Pemerintah diminta antisipasi untuk 2013
Selasa, 27 November 2012 - 09:34 WIB
Pemerintah diminta antisipasi untuk 2013
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) meminta pemerintah mengantisipasi terjadinya kembali kelangkaan daging sapi di pasaran pada tahun depan.
Apfindo memprediksi, pada 2013 kekurangan daging sapi mencapai 118.000 ton atau 21,5 persen dari perkiraan kebutuhan sebanyak 550.000 ton. “Soalnya, pemerintah ingin impor daging pada 2013 sebanyak 13,5 persen atau sebanyak 75.000 ton,” kata Direktur Eksekutif Apfindo Joni Liano di Jakarta, kemarin.
Potensi kekurangan daging sapi pada 2013, menurut dia, bisa dilihat dari hasil sensus sapi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil sensus mencatat, stok sapi di dalam negeri mencapai 14,5 juta ekor sapi.
Jika dihitung secara total, jelas dia, sapi sebanyak itu memang mencukupi untuk stok. Namun, pemerintah juga harus memperhatikan bahwa 14,5 juta ekor sapi tersebut tidak semuanya bisa langsung dipotong. “Karena sapi baru siap potong ketika berusia lebih dari dua tahun. Jumlah sapi jantan pada 2013 yang siap potong hanya 1,6 juta ekor, sedangkan kebutuhan mencapai 3,1 juta ekor,” paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan, kelangkaan daging sapi di berbagai daerah adalah kejadian yang tidak wajar. Wamendag menilai stok sapi sebetulnya mencukupi. Pemerintah pun tidak menginginkan menambah kuota impor karena kebijakannya adalah mengutamakan pemenuhan dengan stok dalam negeri.
Bayu menilai kelangkaan terjadi akibat rantai pasok yang tak efisien. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk memperbaiki rantai pasok dan juga menambah pasokan sebesar 17.000 ekor sapi (feedlotter) untuk memastikan bisa memenuhi kebutuhan.
“Itu ditambah lagi dengan 5.000 ekor sapi dari peternakan rakyat. Kalau sapi sudah datang, kelangkaan bisa diatasi,” ungkap Bayu.
Untuk diketahui, harga daging sapi di Jakarta sempat menyentuh angka Rp100.000 per kilogram (kg). Bahkan, pada akhir tahun, jika tidak ada kebijakan yang tepat, harga daging sapi diprediksi akan mencapai Rp120.000 per kg.
Apfindo memprediksi, pada 2013 kekurangan daging sapi mencapai 118.000 ton atau 21,5 persen dari perkiraan kebutuhan sebanyak 550.000 ton. “Soalnya, pemerintah ingin impor daging pada 2013 sebanyak 13,5 persen atau sebanyak 75.000 ton,” kata Direktur Eksekutif Apfindo Joni Liano di Jakarta, kemarin.
Potensi kekurangan daging sapi pada 2013, menurut dia, bisa dilihat dari hasil sensus sapi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil sensus mencatat, stok sapi di dalam negeri mencapai 14,5 juta ekor sapi.
Jika dihitung secara total, jelas dia, sapi sebanyak itu memang mencukupi untuk stok. Namun, pemerintah juga harus memperhatikan bahwa 14,5 juta ekor sapi tersebut tidak semuanya bisa langsung dipotong. “Karena sapi baru siap potong ketika berusia lebih dari dua tahun. Jumlah sapi jantan pada 2013 yang siap potong hanya 1,6 juta ekor, sedangkan kebutuhan mencapai 3,1 juta ekor,” paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan, kelangkaan daging sapi di berbagai daerah adalah kejadian yang tidak wajar. Wamendag menilai stok sapi sebetulnya mencukupi. Pemerintah pun tidak menginginkan menambah kuota impor karena kebijakannya adalah mengutamakan pemenuhan dengan stok dalam negeri.
Bayu menilai kelangkaan terjadi akibat rantai pasok yang tak efisien. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk memperbaiki rantai pasok dan juga menambah pasokan sebesar 17.000 ekor sapi (feedlotter) untuk memastikan bisa memenuhi kebutuhan.
“Itu ditambah lagi dengan 5.000 ekor sapi dari peternakan rakyat. Kalau sapi sudah datang, kelangkaan bisa diatasi,” ungkap Bayu.
Untuk diketahui, harga daging sapi di Jakarta sempat menyentuh angka Rp100.000 per kilogram (kg). Bahkan, pada akhir tahun, jika tidak ada kebijakan yang tepat, harga daging sapi diprediksi akan mencapai Rp120.000 per kg.
(rna)
Lihat Juga :