Hingga 2017, BUMI bukukan utang USD3,79 M
Selasa, 27 November 2012 - 10:44 WIB
Hingga 2017, BUMI bukukan utang USD3,79 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat total utang perseroan mencapai USD3,79 miliar atau setara Rp36,4 triliun.
Berdasarkan presentasi paparan publik perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/11/2012) dijelaskan bahwa pinjaman tersebut merupakan pinjaman BUMI dan tidak termasuk entitas anak. Pinjaman tersebut memiliki waktu jatuh tempo mulai tahun ini hingga lima tahun mendatang atau 2017.
Rinciannya, utang jatuh tempo perseroan pada tahun ini tercatat sebesar USD17 juta atau setara Rp163,44 miliar, pada tahun depan senilai USD254,5 juta atau setara Rp2,45 triliun. Sedangkan, pada 2014 yang akan jatuh tempo sebesar USD1,23 miliar atau setara Rp11,83 triliun.
Adapun, utang jatuh tempo yang akan jatuh tempo pada 2015 mencapai USD1,06 miliar atau setara Rp10,19 triliun, pada 2016 sebesar USD530 juta ataun setara Rp5,1 triliun dan pada 2017 senilai USD700 juta atau setara Rp6,73 triliun.
Sementara itu, lembaga pemeringkat internasional, Moody's dan S&P menurunkan prospek dari utang BUMI menjadi B+ dari sebelumnya BB-. Untuk menaikkan peringkat utangnya, perseroan melakukan sejumlah strategi, seperti menargetkan produksi batu bara menjadi 100 juta ton pada 2014. Diharapkan tercapainya produksi ini bisa meningkatkan Ebitda perseroan dalam upaya menurunkan utang.
Penurunan utang ditargetkan mencapai tingkat Ebitda sekitar 1x dalam dua tahun ke depan. Selain itu, perseroan juga akan memonetisasi aset-aset noninti guna memperkuat arus dana dan mempercepat perkembangan aset tersebut maupun penurunan utang. Perseroan juga akan mengurangi beban bunga atas pinjaman segera mungkin.
Berdasarkan presentasi paparan publik perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/11/2012) dijelaskan bahwa pinjaman tersebut merupakan pinjaman BUMI dan tidak termasuk entitas anak. Pinjaman tersebut memiliki waktu jatuh tempo mulai tahun ini hingga lima tahun mendatang atau 2017.
Rinciannya, utang jatuh tempo perseroan pada tahun ini tercatat sebesar USD17 juta atau setara Rp163,44 miliar, pada tahun depan senilai USD254,5 juta atau setara Rp2,45 triliun. Sedangkan, pada 2014 yang akan jatuh tempo sebesar USD1,23 miliar atau setara Rp11,83 triliun.
Adapun, utang jatuh tempo yang akan jatuh tempo pada 2015 mencapai USD1,06 miliar atau setara Rp10,19 triliun, pada 2016 sebesar USD530 juta ataun setara Rp5,1 triliun dan pada 2017 senilai USD700 juta atau setara Rp6,73 triliun.
Sementara itu, lembaga pemeringkat internasional, Moody's dan S&P menurunkan prospek dari utang BUMI menjadi B+ dari sebelumnya BB-. Untuk menaikkan peringkat utangnya, perseroan melakukan sejumlah strategi, seperti menargetkan produksi batu bara menjadi 100 juta ton pada 2014. Diharapkan tercapainya produksi ini bisa meningkatkan Ebitda perseroan dalam upaya menurunkan utang.
Penurunan utang ditargetkan mencapai tingkat Ebitda sekitar 1x dalam dua tahun ke depan. Selain itu, perseroan juga akan memonetisasi aset-aset noninti guna memperkuat arus dana dan mempercepat perkembangan aset tersebut maupun penurunan utang. Perseroan juga akan mengurangi beban bunga atas pinjaman segera mungkin.
(rna)
Lihat Juga :