SK Migas: Tidak benar BP Migas nunggak Rp78 T

Selasa, 27 November 2012 - 19:09 WIB
SK Migas: Tidak benar...
SK Migas: Tidak benar BP Migas nunggak Rp78 T
A A A
Sindonews.com - Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas), badan pengganti BP Migas, membantah pemberitaan di berbagai media massa yang menyatakan BP Migas memiliki tunggakan hingga Rp78 triliun.

"Kok kita dibilang punya tunggakan? Hasil penjualan Minyak Mentah dan Gas Bumi kan tidak ada yang lewat rekening BP Migas. Seluruh transaksi penjualan migas, uangnya langsung masuk ke Rekening Menteri Keuangan di Bank Indonesia" kata Kepala Dinas Hubungan Kemasyarakatan dan Kelembagaan SK Migas A Rinto Pudyantoro kepada Sindonews di Wisma Mulia, Jakarta, Selasa (27/11/2012).

Rinto menjelaskan, kekurangan Rp78 triliun yang disebut sebagai tunggakan di berbagai media massa kemungkinan terjadi karena ada perbedaan faktor pengurangan, antara yang dianggarkan pada saat penyususnan APBN dibandingkan dengan realisasinya.

"kami tidak paham jumlah faktor pengurang tersebut (seperti PBB Migas, DMO Fee, dan sebagainya). Ada faktor pengurang yang di luar kendali kita. Jadi sebenarnya tidak ada tunggakan," terang dia.

Tugas BP Migas, lanjutnya, hanya sebatas menjual minyak dan gas bumi dan transaksinya dalam US dolar. SK Migas tidak memiliki rekening untuk menampung hasil penjualan. Seluruh pembayaran langsung disetorkan oleh pembeli ke rekening Kemenkeu di Bank Indonesia (BI), sehingga mustahil BP Migas menunggak.

"Ketika penjualan kita lakukan, mereka membayar ke rekening Kementerian Keuangan di BI. Enggak ada yang mampir ke BP Migas sedikit pun. Tugas BP Migas selesai di penjualan minyak dan gas bumi tersebut," tutur Rinto.

Lebih lanjut, Rinto juga menyampaikan penerimaan negara dari hasil penjualan migas yang dilakukan oleh BP Migas tahun 2012 ini melampaui target. Dengan kata lain, BP Migas tidak menunggak, tapi justru surplus.

"Menurut outlook, diperkirakan Penerimaan Negara dari sektor Hulu Migas akan mencapai USD35,973 miliar atau 107 persen dari target APBN" tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Kepala BP Migas...
Mantan Kepala BP Migas Raden Priyono Dituntut 12 Tahun Penjara
Orang Kepercayaan Mantan...
Orang Kepercayaan Mantan Kepala BP Migas Divonis 4 Tahun Penjara
Badai PHK Guncang Industri...
Badai PHK Guncang Industri Migas, BP Pecat 7.700 Karyawan dan Kontraktor
Cari Cadangan Migas...
Cari Cadangan Migas di Kilang Tangguh Papua, BP Tambah Investasi Rp57,6 T
Lepas Saham di Rosneft...
Lepas Saham di Rosneft Saat Perang Ukraina Pecah, Raksasa Migas BP Kehilangan Rp38,8 Triliun
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Berita Terkini
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
45 menit yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
53 menit yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
2 jam yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
3 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
4 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved