BPH Migas pasrah
Rabu, 28 November 2012 - 08:49 WIB
BPH Migas pasrah
A
A
A
Sindonews.com - Baru-baru ini, program pengendalian pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi (kitir) dan Sehari Tanpa BBM Subsidi yang diadakan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dibatalkan oleh pemerintah.
Menanggapi keputusan pemerintah yang secara mendadak membatalkan kedua programnya, BPH Migas mengaku hanya bisa pasrah menerima pembatalan itu.
"Apapun itu keputusan pemerintah kita dukung, saya kira ada beberapa hal yg menjadi pertimbangan Pak Menteri," ungkap Wakil Ketua Komite BPH Migas Fahmi H Matori ketika dihubungi Sindonews, Selasa (27/11/2012) malam.
Fahmi juga mengatakan, keputusan pembatalan kedua program tersebut telah disampaikan secara resmi kepada BPH Migas dalam rapat antara jajaran BPH Migas dengan Kementerian ESDM kemarin sore. "Sudah beres semua, tadi kita sudah rapat di Kementerian ESDM, kita tunda dulu," sambungnya.
Seperti diketahui, Menteri ESDM Jero Wacik baru saja mengumumkan pembatalan rencana Hari Bebas BBM Subsidi yang direncanakan akan diselenggarakan 2 Desember 2012 mendatang. Jero menilai, program tersebut terlalu ribet dan hasilnya tidak signifikan.
"Tidak (hari bebas BBM subsidi), setelah dihitung, kalau sehari, tidak banyak juga yang dihemat. Ribetnya keras, hasilnya sedikit," ujar Jero.
Sebelumnya, Pertamina menyatakan penghentian kitir sejak 25 November 2012 akibat timbulnya dampak sosial yang mengkhawatirkan di beberapa daerah.
"Dengan memperhatikan perkembangan situasi sosial di daerah-daerah pascakebijakan tersebut, dan mempertimbangkan kepentingan nasional yang lebih besar kami memutuskan terhitung mulai 25 November 2012, Pertamina menyetop kebijakan pengendalian pasokan BBM," tutur VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir beberapa waktu lalu.
Menanggapi keputusan pemerintah yang secara mendadak membatalkan kedua programnya, BPH Migas mengaku hanya bisa pasrah menerima pembatalan itu.
"Apapun itu keputusan pemerintah kita dukung, saya kira ada beberapa hal yg menjadi pertimbangan Pak Menteri," ungkap Wakil Ketua Komite BPH Migas Fahmi H Matori ketika dihubungi Sindonews, Selasa (27/11/2012) malam.
Fahmi juga mengatakan, keputusan pembatalan kedua program tersebut telah disampaikan secara resmi kepada BPH Migas dalam rapat antara jajaran BPH Migas dengan Kementerian ESDM kemarin sore. "Sudah beres semua, tadi kita sudah rapat di Kementerian ESDM, kita tunda dulu," sambungnya.
Seperti diketahui, Menteri ESDM Jero Wacik baru saja mengumumkan pembatalan rencana Hari Bebas BBM Subsidi yang direncanakan akan diselenggarakan 2 Desember 2012 mendatang. Jero menilai, program tersebut terlalu ribet dan hasilnya tidak signifikan.
"Tidak (hari bebas BBM subsidi), setelah dihitung, kalau sehari, tidak banyak juga yang dihemat. Ribetnya keras, hasilnya sedikit," ujar Jero.
Sebelumnya, Pertamina menyatakan penghentian kitir sejak 25 November 2012 akibat timbulnya dampak sosial yang mengkhawatirkan di beberapa daerah.
"Dengan memperhatikan perkembangan situasi sosial di daerah-daerah pascakebijakan tersebut, dan mempertimbangkan kepentingan nasional yang lebih besar kami memutuskan terhitung mulai 25 November 2012, Pertamina menyetop kebijakan pengendalian pasokan BBM," tutur VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir beberapa waktu lalu.
(rna)
Lihat Juga :