IHSG diprediksi bergerak mixed
Kamis, 29 November 2012 - 08:33 WIB
IHSG diprediksi bergerak mixed
A
A
A
Sindonews.com - Masih belum jelasnya isu jurang fiskal (fiscal cliff) masih menjadi ancaman utama pasar global yang tak menutup kemungkinan juga akan berimbas ke Indonesia. Akibatnya, IHSG pada hari ini diprediksi bergerak mixed, dengan kecenderungan menguat.
"Investor global masih dibayangi isu fiscal cliff. Isu ini juga terlihat menutup data makro ekonomi AS yang sebenarnya cukup baik," ujar analis PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Kamis (29/11/2012).
Padahal, lanjut dia, harga perumahan AS bulan September naik ke level tertinggi semenjak Juli 2010. Consumer confidence AS bulan November naik ke level tertinggi sejak November 2008. Pesanan durable goods Oktober berhasil melampaui estimasi awal.
"Ketiga data ekonomi ini memperlihatkan ekonomi AS sudah siap untuk bertumbuh kembali," sambung dia.
Di Tanah Air sendiri, isu fiscal cliff mengakibatkan IHSG kemarin bergerak melemah melanjutkan profit taking yang terjadi sehari sebelumnya.
Pascapenembusan rekor tertinggi, investor memilih melakukan aksi ambil untung di tengah tidak adanya perkembangan berarti pada pembicaraan budget di AS. Penurunan yang terjadi kemarin memberikan kesempatan bagi pemodal untuk melakukan pembelian pada harga bawah (buy on weakness) terutama pada saham bluechip.
Sementara, dari Eropa, Uni Eropa dan IMF sepakat untuk menurunkan bunga dana bantuan dan juga memberikan kelonggaran waktu untuk mengembalikan.
Dengan kesepakatan ini, Yunani memenuhi persyaratan dana bantuan yang akan diberikan. Kami melihat koreksi yang terjadi dalam 2 hari terakhir masih cukup wajar. Kami juga menilai indeks masih berada dalam tren positif hingga akhir tahun.
Dia memprediksi, IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Adapun, IHSG akan bergerak pada kisaran support dan resistance pada level 4.280-4.335. Saham yang direkomendasikan, yakni ASII, AKRA, PGAS, TBIG dan WIKA.
"Investor global masih dibayangi isu fiscal cliff. Isu ini juga terlihat menutup data makro ekonomi AS yang sebenarnya cukup baik," ujar analis PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Kamis (29/11/2012).
Padahal, lanjut dia, harga perumahan AS bulan September naik ke level tertinggi semenjak Juli 2010. Consumer confidence AS bulan November naik ke level tertinggi sejak November 2008. Pesanan durable goods Oktober berhasil melampaui estimasi awal.
"Ketiga data ekonomi ini memperlihatkan ekonomi AS sudah siap untuk bertumbuh kembali," sambung dia.
Di Tanah Air sendiri, isu fiscal cliff mengakibatkan IHSG kemarin bergerak melemah melanjutkan profit taking yang terjadi sehari sebelumnya.
Pascapenembusan rekor tertinggi, investor memilih melakukan aksi ambil untung di tengah tidak adanya perkembangan berarti pada pembicaraan budget di AS. Penurunan yang terjadi kemarin memberikan kesempatan bagi pemodal untuk melakukan pembelian pada harga bawah (buy on weakness) terutama pada saham bluechip.
Sementara, dari Eropa, Uni Eropa dan IMF sepakat untuk menurunkan bunga dana bantuan dan juga memberikan kelonggaran waktu untuk mengembalikan.
Dengan kesepakatan ini, Yunani memenuhi persyaratan dana bantuan yang akan diberikan. Kami melihat koreksi yang terjadi dalam 2 hari terakhir masih cukup wajar. Kami juga menilai indeks masih berada dalam tren positif hingga akhir tahun.
Dia memprediksi, IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Adapun, IHSG akan bergerak pada kisaran support dan resistance pada level 4.280-4.335. Saham yang direkomendasikan, yakni ASII, AKRA, PGAS, TBIG dan WIKA.
(rna)
Lihat Juga :