IHSG akhir pekan diproyeksi menguat
Jum'at, 30 November 2012 - 08:23 WIB
IHSG akhir pekan diproyeksi menguat
A
A
A
Sindonews.com - Menutup perdagangan pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi cenderung menguat.
"Pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.305-4.310 dan resistance 4.327-4.333," ujar Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam keterangannya, Jumat (30/11/2012).
Berpola inverted hammer dan mendekati middle bollinger bands. MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak meninggalkan area overbought.
Kenaikan tipis pada IHSG belum merubah signifikan posisinya seperti di awal Oktober 2012 dan masih belum menutup gap atas.
"Pergerakan IHSG pun diperkirakan masih bervariatif cenderung mencoba menguat bila kondisi sentimen yang ada mendukung laju penguatan IHSG tersebut," simpul dia.
Lontaran pernyataan Presiden Obama dan Ketua DPR AS yang optimistis akan mencapai kesepakatan fiscal cliff sebelum libur Natal dan akhir tahun langsung direspon positif oleh bursa saham AS dan Eropa yang menghijau jelang penutupan.
Kondisi tersebut berimbas positif pada pergerakan IHSG, dimana pada awal perdagangan kemarin melompat ke zona hijau. Meski menghijau, IHSG sempat dilanda profit taking karena posisi asing yang masih nett sell, sehingga mempengaruhi transaksi pemodal domestik secara psikologis.
Tetapi, dengan positifnya pembukaan pasar saham Eropa membuat IHSG kembali terdongkrak naik. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.326,04 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.285,62 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.319,09.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pergerakan nilai tukar rupiah masih bergerak datar seiring sikap pelaku pasar yang tidak terlalu agresif dalam melakukan transaksi sambil menunggu kabar selanjutnya dari penanganan masalah jurang fiskal AS.
Laju rupiah juga tertahan sentimen negatif dari penurunan penjualan ritel Jepang dan indeks manufaktur Korea Selatan serta ekspektasi tidak berubahnya tingkat pengangguran Jerman.
Bursa saham Asia mayoritas menghijau setelah merespon komentar optimisme para petinggi AS yang optimis akan dapat segera menuntaskan masalah jurang fiskal.
Selain itu, pelaku pasar juga merespon positif komentar pemimpin partai oposisi Jepang yang menyerukan kebijakan tidak terbatas pelonggaran dan stimulus ekonomi. Sementara di China masih berkubang di zona merah di tengah rumor akan pemangkasan fee trading.
Sampai dengan ulasan ini dibuat, pasar saham Eropa cenderung positif dengan masih adanya respon positif pernyataan optimis Presiden Obama dan Ketua DPR yang akan mencapai kesepakatan fiscal cliff.
Selain itu, beberapa perusahaan juga mendapat penilaian positif dari sekuritas dengan menaikkan rekomendasinya. Bursa saham AS diperkirakan akan variatif, kecuali jika data klaim pengangguran dan GDP bisa dirilis positif sehingga mampu mempertahankannya di zona hijau.
"Jika itu terjadi, maka seharusnya bursa saham Asia hari ini pun masih akan bertahan di teritori positif," tegas Reza.
"Pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.305-4.310 dan resistance 4.327-4.333," ujar Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam keterangannya, Jumat (30/11/2012).
Berpola inverted hammer dan mendekati middle bollinger bands. MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak meninggalkan area overbought.
Kenaikan tipis pada IHSG belum merubah signifikan posisinya seperti di awal Oktober 2012 dan masih belum menutup gap atas.
"Pergerakan IHSG pun diperkirakan masih bervariatif cenderung mencoba menguat bila kondisi sentimen yang ada mendukung laju penguatan IHSG tersebut," simpul dia.
Lontaran pernyataan Presiden Obama dan Ketua DPR AS yang optimistis akan mencapai kesepakatan fiscal cliff sebelum libur Natal dan akhir tahun langsung direspon positif oleh bursa saham AS dan Eropa yang menghijau jelang penutupan.
Kondisi tersebut berimbas positif pada pergerakan IHSG, dimana pada awal perdagangan kemarin melompat ke zona hijau. Meski menghijau, IHSG sempat dilanda profit taking karena posisi asing yang masih nett sell, sehingga mempengaruhi transaksi pemodal domestik secara psikologis.
Tetapi, dengan positifnya pembukaan pasar saham Eropa membuat IHSG kembali terdongkrak naik. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.326,04 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.285,62 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.319,09.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pergerakan nilai tukar rupiah masih bergerak datar seiring sikap pelaku pasar yang tidak terlalu agresif dalam melakukan transaksi sambil menunggu kabar selanjutnya dari penanganan masalah jurang fiskal AS.
Laju rupiah juga tertahan sentimen negatif dari penurunan penjualan ritel Jepang dan indeks manufaktur Korea Selatan serta ekspektasi tidak berubahnya tingkat pengangguran Jerman.
Bursa saham Asia mayoritas menghijau setelah merespon komentar optimisme para petinggi AS yang optimis akan dapat segera menuntaskan masalah jurang fiskal.
Selain itu, pelaku pasar juga merespon positif komentar pemimpin partai oposisi Jepang yang menyerukan kebijakan tidak terbatas pelonggaran dan stimulus ekonomi. Sementara di China masih berkubang di zona merah di tengah rumor akan pemangkasan fee trading.
Sampai dengan ulasan ini dibuat, pasar saham Eropa cenderung positif dengan masih adanya respon positif pernyataan optimis Presiden Obama dan Ketua DPR yang akan mencapai kesepakatan fiscal cliff.
Selain itu, beberapa perusahaan juga mendapat penilaian positif dari sekuritas dengan menaikkan rekomendasinya. Bursa saham AS diperkirakan akan variatif, kecuali jika data klaim pengangguran dan GDP bisa dirilis positif sehingga mampu mempertahankannya di zona hijau.
"Jika itu terjadi, maka seharusnya bursa saham Asia hari ini pun masih akan bertahan di teritori positif," tegas Reza.
(rna)
Lihat Juga :