BPH Migas: Jangan bubarkan kami
Sabtu, 01 Desember 2012 - 12:46 WIB
BPH Migas: Jangan bubarkan kami
A
A
A
Sindonews.com - Saat ini BPH Migas tengah menghadapi ancaman dibubarkan karena keberadaannya tengah digugat oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPBB) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Selain itu, DPR juga mengancam akan membubarkan BPH Migas karena menilai badan tersebut berkinerja buruk.
Menanggapi berbagai ancaman ini, BPH Migas menyatakan bahwa keberadaannya masih sangat diperlukan sehingga tidak boleh dibubarkan. "BPH Migas masih dibutuhkan, makanya sampai sekarang nggak dibubarin," terang Direktur BPH Migas Djoko Siswanto usai menghadiri Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Djoko balik menantang pihak-pihak yang menginginkan BPH Migas dibubarkan. Menurut dia, pengaturan dan pengawasan distribusi BBM akan kacau tanpa keberadaan BPH Migas. "Terserah saja siapa yang mau ngatur dan ngawasi," imbuhnya.
Sebelumnya, pengamat hukum Universitas Indonesia Taufik Basari menilai, BPH Migas dalam posisi rawan dibubarkan seperti BP Migas. "Dengan pertimbangan MK seperti ini, ini juga bisa mempengaruhi keberadaan BPH Migas karena terdapat kesamaan posisi," kata Taufik Basari.
Indonesian Resources Studies (IRESS) pun juga mengungkapkan pendapat yang senada. "BPH Migas juga bisa bermasalah seperti BP Migas," tutur Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara.
Menanggapi berbagai ancaman ini, BPH Migas menyatakan bahwa keberadaannya masih sangat diperlukan sehingga tidak boleh dibubarkan. "BPH Migas masih dibutuhkan, makanya sampai sekarang nggak dibubarin," terang Direktur BPH Migas Djoko Siswanto usai menghadiri Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Djoko balik menantang pihak-pihak yang menginginkan BPH Migas dibubarkan. Menurut dia, pengaturan dan pengawasan distribusi BBM akan kacau tanpa keberadaan BPH Migas. "Terserah saja siapa yang mau ngatur dan ngawasi," imbuhnya.
Sebelumnya, pengamat hukum Universitas Indonesia Taufik Basari menilai, BPH Migas dalam posisi rawan dibubarkan seperti BP Migas. "Dengan pertimbangan MK seperti ini, ini juga bisa mempengaruhi keberadaan BPH Migas karena terdapat kesamaan posisi," kata Taufik Basari.
Indonesian Resources Studies (IRESS) pun juga mengungkapkan pendapat yang senada. "BPH Migas juga bisa bermasalah seperti BP Migas," tutur Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara.
(gpr)
Lihat Juga :