Daripada gaduh, DPR pilih gelontorkan Rp5 T
Sabtu, 01 Desember 2012 - 15:41 WIB
Daripada gaduh, DPR pilih gelontorkan Rp5 T
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) rupanya tidak ingin disibukkan oleh kegaduhan masyarakat akibat kekurangan pasokan BBM subsidi. Agar tidak memusingkan kepala, DPR siap menyetujui tambahan kuota BBM subsidi sebanyak 1,2 juta Kiloliter (KL) yang bernilai Rp5 triliun.
"Lebih baik gerogoti APBN dibanding gaduh politik, jadi rusuh, orang-orang pada ngantri. Jadi lebih baik disetujui, Rp5 triliun," ucap Wakil Ketua Komisi VII DPR Achmad Farial usai menghadiri Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Namun, lanjutnya, hingga kemarin DPR belum menerima pengajuan tambahan kuota BBM subsidi dari pemerintah. "Jadi sampai kemarin belum ada surat permohonan," tutur Farial.
Seperti diketahui, pekan lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk Premium dan 4 persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyarakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini beberapa waktu lalu.
"Lebih baik gerogoti APBN dibanding gaduh politik, jadi rusuh, orang-orang pada ngantri. Jadi lebih baik disetujui, Rp5 triliun," ucap Wakil Ketua Komisi VII DPR Achmad Farial usai menghadiri Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Namun, lanjutnya, hingga kemarin DPR belum menerima pengajuan tambahan kuota BBM subsidi dari pemerintah. "Jadi sampai kemarin belum ada surat permohonan," tutur Farial.
Seperti diketahui, pekan lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk Premium dan 4 persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyarakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini beberapa waktu lalu.
(gpr)
Lihat Juga :