2013, kuota BBM subsidi jebol lagi
Minggu, 02 Desember 2012 - 10:53 WIB
2013, kuota BBM subsidi jebol lagi
A
A
A
Sindonews.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan, kekurangan pasokan BBM subsidi akan kembali terulang di tahun 2013 mendatang.
"Ya enggak usah dihitung, tahun depan juga pasti terulang lagi," simpul pengamat ekonomi Indef Hendri Sabarini ditemui usai Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Hendri memaparkan, kekurangan pasokan BBM subsidi ini akan terjadi lagi karena tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai rata-rata hingga di atas 6 persen dalam beberapa tahun belakangan. Berkat pertumbuhan ini, pendapatan per kapita masyarakat meningkat dan diikuti juga oleh naiknya konsumsi BBM subsidi.
"Tahun ini sudah 45 juta KL, tahun depan hanya dianggarkan 46 juta KL. Dengan pertumbuhan permintaan dan ekonomi yang tinggi, maka kalau tidak dikelola dari suplainya maupun dari demand-nya, ini pasti akan terjadi lagi," jelas dia.
Menurutnya, BPH Migas sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam pengendalian pasokan BBM subsidi tidak memiliki langkah-langkah yang jelas dan kompresensif untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan dari masyarakat ini. Akibatnya, kuota BBM subsidi 2013 dipastikan tidak mencukupi.
"BPH migas tidak punya strategi untuk menjamin bahwa yang dia rencanakan itu bisa untuk direalisasikan," pungkas Hendri.(dna)
"Ya enggak usah dihitung, tahun depan juga pasti terulang lagi," simpul pengamat ekonomi Indef Hendri Sabarini ditemui usai Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Hendri memaparkan, kekurangan pasokan BBM subsidi ini akan terjadi lagi karena tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai rata-rata hingga di atas 6 persen dalam beberapa tahun belakangan. Berkat pertumbuhan ini, pendapatan per kapita masyarakat meningkat dan diikuti juga oleh naiknya konsumsi BBM subsidi.
"Tahun ini sudah 45 juta KL, tahun depan hanya dianggarkan 46 juta KL. Dengan pertumbuhan permintaan dan ekonomi yang tinggi, maka kalau tidak dikelola dari suplainya maupun dari demand-nya, ini pasti akan terjadi lagi," jelas dia.
Menurutnya, BPH Migas sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam pengendalian pasokan BBM subsidi tidak memiliki langkah-langkah yang jelas dan kompresensif untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan dari masyarakat ini. Akibatnya, kuota BBM subsidi 2013 dipastikan tidak mencukupi.
"BPH migas tidak punya strategi untuk menjamin bahwa yang dia rencanakan itu bisa untuk direalisasikan," pungkas Hendri.(dna)
(hyk)
Lihat Juga :