Pertamina akui gagal kendalikan konsumsi BBM subsidi
Senin, 03 Desember 2012 - 13:51 WIB
Pertamina akui gagal kendalikan konsumsi BBM subsidi
A
A
A
Sindonews.com - Pertamina mengakui kegagalan upayanya mendorong golongan mampu untuk membeli BBM non subsidi menjadi salah satu penyebab jebolnya kuota BBM subsidi pada akhir tahun 2012 ini.
"Kita telah melakukan berbagai upaya untuk menekan konsumsi BBM subsidi tapi hasilnya memang masih belum optimal," jelas Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan dalam Raker dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Seperti diketahui, siang ini rapat pembahasan tambahan kuota BBM subsidi yang diajukan pemerintah dibahas dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII sejak pukul 13.00 WIB.
"Sebagaimana undangan yang telah kami sampaikan bahwa hari ini kita mengadakan Raker dengan Menteri ESDM terkait pembahasan kuota BBM subsidi tahun 2012," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendi Simbolon.
Sebelumnya, dua pekan lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk Premium dan 4 persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
"Kita telah melakukan berbagai upaya untuk menekan konsumsi BBM subsidi tapi hasilnya memang masih belum optimal," jelas Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan dalam Raker dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Seperti diketahui, siang ini rapat pembahasan tambahan kuota BBM subsidi yang diajukan pemerintah dibahas dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII sejak pukul 13.00 WIB.
"Sebagaimana undangan yang telah kami sampaikan bahwa hari ini kita mengadakan Raker dengan Menteri ESDM terkait pembahasan kuota BBM subsidi tahun 2012," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendi Simbolon.
Sebelumnya, dua pekan lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk Premium dan 4 persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
(gpr)
Lihat Juga :