Jabodetabek butuh 3.000 Ha kawasan industri baru
Rabu, 05 Desember 2012 - 15:30 WIB
Jabodetabek butuh 3.000 Ha kawasan industri baru
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, pihaknya harus mempersiapkan lahan seluas 3.000 Hektare (Ha) untuk kawasan industri baru di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) akibat pesatnya pembangunan industri di wilayah tersebut.
"Yang terjadi dalam dua tahun ini seluruh kawasan industri di Jabodetabek sudah habis. Saya harus menyiapkan lagi 3000 Ha," kata MS Hidayat dalam Konferensi Pers Rakernas REI di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Menurut Hidayat, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang amat pesat hingga di atas 6 persen dalam beberapa tahun terakhir tidak diikuti oleh pembangunan infrastruktur yang memadai. Salah satu contohnya ialah kekurangan kawasan industri. "Percepatan sektor industri tidak bisa diikuti percepatan infrastruktur," tambahnya.
Meski kekurangan infrastruktur dan berbagai hambatan lainnya, menurut Hidayat, sektor riil perekonomian industri secara umum tetap berjalan dengan baik. Namun, berbagai kelemahan yang ada harus segera dibenahi agar pertumbuhan ekonomi dapat dijaga dan ditingkatkan.
"Saya ingin menyampaikan yang menjadi masalah ialah real sector-nya, disini kita melihat dari perspektif perindustrian, real sector sudah berjalan meski kelemahannya masih banyak," simpul dia.
"Yang terjadi dalam dua tahun ini seluruh kawasan industri di Jabodetabek sudah habis. Saya harus menyiapkan lagi 3000 Ha," kata MS Hidayat dalam Konferensi Pers Rakernas REI di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Menurut Hidayat, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang amat pesat hingga di atas 6 persen dalam beberapa tahun terakhir tidak diikuti oleh pembangunan infrastruktur yang memadai. Salah satu contohnya ialah kekurangan kawasan industri. "Percepatan sektor industri tidak bisa diikuti percepatan infrastruktur," tambahnya.
Meski kekurangan infrastruktur dan berbagai hambatan lainnya, menurut Hidayat, sektor riil perekonomian industri secara umum tetap berjalan dengan baik. Namun, berbagai kelemahan yang ada harus segera dibenahi agar pertumbuhan ekonomi dapat dijaga dan ditingkatkan.
"Saya ingin menyampaikan yang menjadi masalah ialah real sector-nya, disini kita melihat dari perspektif perindustrian, real sector sudah berjalan meski kelemahannya masih banyak," simpul dia.
(gpr)
Lihat Juga :