Apindo: Presiden salah berikan image upah buruh
Kamis, 06 Desember 2012 - 17:55 WIB
Apindo: Presiden salah berikan image upah buruh
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi setuju dengan pernyataan presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait upah buruh tidak seharusnya rendah sehingga mesti dinaikan. Akan tetapi, dia menegaskan langkah tersebut tidak tepat jika dilakukan sekarang.
"Presiden sebenarnya sudah salah memberikan image. Tujuannya sudah betul, kita ini nanti tidak boleh lagi ada buruh yang murah, tapi bukan sekarang," ungkap Sofjan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/6/2012).
Sofjan menjelaskan, jumlah pengangguran masih terhitung banyak. Jadi jika dipaksakan membayar upah buruh dengan harga yang tinggi, maka kapasitas pekerja yang akan diserap akan sedikit. "Separuhnya masih pengangguran, dan sebagian besar karena SD, SMP saja," jelasnya.
Selain itu, lanjut Sofjan, para pengusaha juga sedang mengembangkan usaha yang bersifat padat karya. Karena, usaha inilah yang dapat menampung buruh dengan standar pendidikan di bawah SMA.
"Itu kalau nggak padat karya yang masuk, nggak bisa bekerja orang-orang itu. Jadi jangan bilang itu kita upah murah. Sesuai kemampuan dan keahlian. Jadi semua yang masuk itu bakal keluar lagi, toh kepala negara lu itu bikin image itu," pungkasnya.
"Presiden sebenarnya sudah salah memberikan image. Tujuannya sudah betul, kita ini nanti tidak boleh lagi ada buruh yang murah, tapi bukan sekarang," ungkap Sofjan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/6/2012).
Sofjan menjelaskan, jumlah pengangguran masih terhitung banyak. Jadi jika dipaksakan membayar upah buruh dengan harga yang tinggi, maka kapasitas pekerja yang akan diserap akan sedikit. "Separuhnya masih pengangguran, dan sebagian besar karena SD, SMP saja," jelasnya.
Selain itu, lanjut Sofjan, para pengusaha juga sedang mengembangkan usaha yang bersifat padat karya. Karena, usaha inilah yang dapat menampung buruh dengan standar pendidikan di bawah SMA.
"Itu kalau nggak padat karya yang masuk, nggak bisa bekerja orang-orang itu. Jadi jangan bilang itu kita upah murah. Sesuai kemampuan dan keahlian. Jadi semua yang masuk itu bakal keluar lagi, toh kepala negara lu itu bikin image itu," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :