BPH Migas : Sistem IT murah
Senin, 10 Desember 2012 - 14:35 WIB
BPH Migas : Sistem IT murah
A
A
A
Sindonews.com - Demi mencegah mobil-mobil mewah mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta Pertamina untuk menggunakan sistem teknologi informasi (information technology/IT). BPH Migas menilai, sistem IT ini sangat efektif sekaligus murah.
"Sistem tertutup itu artinya bisa dimonitor siapa yang menerima BBM subsidi itu supaya sasaran dan jumlahnya tepat. Teknologi itu sudah available dan murah," ungkap Kepala BPH Migas Andi N Sommeng usai Penandatanganan GTA Ruas Kepodang-Tambak Lorok di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Penggunaan sistem IT ini, kata Andi, merupakan salah satu bentuk dukungan untuk mempertahankan keberadaan BBM subsidi. Namun, dia tidak ingin BBM subsidi itu justru dinikmati golongan yang sebenarnya tidak berhak.
"Sebenarnya BBM bersubsidi, kita berpihak pada subsidi, tapi sasarannya harus jelas. Menurut saya, yang punya mobil itu sudah mampu," sambungnya.
Dengan penggunaan sistem IT ini, diharapkan BBM subsidi akan benar-benar dinikmati oleh golongan menengah kebawah, misalnya buruh dengan penghasilan rendah.
"Sasaran yang paling baik ya seperti buruh, yang upahnya rendah, bukan orang yang punya 3-4 mobil," pungkas Andi.
"Sistem tertutup itu artinya bisa dimonitor siapa yang menerima BBM subsidi itu supaya sasaran dan jumlahnya tepat. Teknologi itu sudah available dan murah," ungkap Kepala BPH Migas Andi N Sommeng usai Penandatanganan GTA Ruas Kepodang-Tambak Lorok di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Penggunaan sistem IT ini, kata Andi, merupakan salah satu bentuk dukungan untuk mempertahankan keberadaan BBM subsidi. Namun, dia tidak ingin BBM subsidi itu justru dinikmati golongan yang sebenarnya tidak berhak.
"Sebenarnya BBM bersubsidi, kita berpihak pada subsidi, tapi sasarannya harus jelas. Menurut saya, yang punya mobil itu sudah mampu," sambungnya.
Dengan penggunaan sistem IT ini, diharapkan BBM subsidi akan benar-benar dinikmati oleh golongan menengah kebawah, misalnya buruh dengan penghasilan rendah.
"Sasaran yang paling baik ya seperti buruh, yang upahnya rendah, bukan orang yang punya 3-4 mobil," pungkas Andi.
(rna)
Lihat Juga :