General Electric pasok listrik 100 mw ke Myanmar
Jum'at, 14 Desember 2012 - 09:56 WIB
General Electric pasok listrik 100 mw ke Myanmar
A
A
A
Sindonews.com - General Elektric (GE) menggunakan teknologi turbin gas aeroderivatif, penggunaan teknologi tersebut merupakan program fast track fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar gas alam di Myanmar.
Presiden & CEO TOYO Thailand Power Corp di Singapura (TTPSG) Hironobu Iriya mengatakan, program tersebut akan memasuki layanan komersial selambat-lambatnya dilaksanakan pada kuartal II/2013 dan akan memproduksi sekitar 100 megawatt (mw) untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik yang berkembang pesat di Myanmar.
"Myanmar memiliki sumber daya energi yang berlimpah, terutama tenaga air dan gas alam, yang dapat dimanfaatkanuntuk pembangkit listrik dan eksplorasi minyak dan gas," kata Hironobu, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (13/12/2012) malam.
Hironobu menambahkan, GE akan memasok dua generator gas turbin aeroderivatif LM6000-PC Sprint dan pendampingan teknis untuk pabrik, yang terletak di Alhone Township, Yangon City, Myanmar. Produsen listrik independen TTPSG adalah pemilik sekaligus operator pabrik dan akan menjual listrik tersebut kepada Menteri Tenaga Listrik Myanmar.
Menurut Hironobu, Myanmar berencana untuk menambahkan kapasitas gas berbasis 450 mw sebagai bagian dari sebuah inisiatif untuk menggandakan kapasitas listrik negara yang akan terpasang pada tahun 2015. Saat ini, lebih dari 20 persen dari kapasitas yang terpasang di negara tersebut adalah pembangkit listrik berbasis gas alam.
"Karena ketersediaan gas alam, kami berharap bahwa proyek siklus gabungan berbahan bakar gas akan memainkan peran yang semakin penting dalam meningkatkan pasokan listrik Myanmar," ujarnya.
Presiden & CEO TOYO Thailand Power Corp di Singapura (TTPSG) Hironobu Iriya mengatakan, program tersebut akan memasuki layanan komersial selambat-lambatnya dilaksanakan pada kuartal II/2013 dan akan memproduksi sekitar 100 megawatt (mw) untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik yang berkembang pesat di Myanmar.
"Myanmar memiliki sumber daya energi yang berlimpah, terutama tenaga air dan gas alam, yang dapat dimanfaatkanuntuk pembangkit listrik dan eksplorasi minyak dan gas," kata Hironobu, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (13/12/2012) malam.
Hironobu menambahkan, GE akan memasok dua generator gas turbin aeroderivatif LM6000-PC Sprint dan pendampingan teknis untuk pabrik, yang terletak di Alhone Township, Yangon City, Myanmar. Produsen listrik independen TTPSG adalah pemilik sekaligus operator pabrik dan akan menjual listrik tersebut kepada Menteri Tenaga Listrik Myanmar.
Menurut Hironobu, Myanmar berencana untuk menambahkan kapasitas gas berbasis 450 mw sebagai bagian dari sebuah inisiatif untuk menggandakan kapasitas listrik negara yang akan terpasang pada tahun 2015. Saat ini, lebih dari 20 persen dari kapasitas yang terpasang di negara tersebut adalah pembangkit listrik berbasis gas alam.
"Karena ketersediaan gas alam, kami berharap bahwa proyek siklus gabungan berbahan bakar gas akan memainkan peran yang semakin penting dalam meningkatkan pasokan listrik Myanmar," ujarnya.
(rna)
Lihat Juga :