Depok miliki 15.067 pelaku UMKM
Jum'at, 14 Desember 2012 - 10:34 WIB
Depok miliki 15.067 pelaku UMKM
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Pasar, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Depok mencatat total pelaku UMKM di Depok hingga tahun 2012 sebanyak 15.067 orang. Sekitar 956 diantaranya bergelut pada usaha mikro.
Kepala Dinas Pasar, Koperasi, dan UMKM Kota Depok Herman Hidayat mengungkapkan, saat ini pihaknya berupaya menciptakan wirausahaan baru, yakni dengan memberikan pelatihan kepada 600 pemuda dan pemudi untuk memiliki jiwa wirausaha.
"Meskipun tak dilatih langsung jadi pengusaha, wirausaha dapat menjanjikan hidup. Nantinya kalau mereka sudah berkembang dapat menyerap tenaga kerja baru, pendapatan meningkat dan mengurangi kemiskinan juga pengangguran," ujarnya kepada wartawan di Depok, Jumat (14/12/2012).
Salah satu memberdayakan UMKM, kata Herman, yakni dengan menggelontorkan bantuan alat-alat produksi. Hal itu disesuaikan dengan bidang masing- masing UMKM. "Mereka rata-rata kekurangan sarana prasarana. Misalnya, usaha kuliner, kita kasih kompornya, ketelnya, lalu fesyen kita bantu mesin jahit baru," jelasnya.
Herman menambahkan untuk membuat wirausahawan baru bertahan dan berkembang, maka pihaknya mengevaluasi dan juga melakukan monitoring. Kesulitan yang paling dihadapi para pelaku UMKM, yakni masalah permodalan dan pemasaran.
"Kami evaluasi kesungguhan mereka, tahun depan akan dimonitoring oleh konsultan. Kalau sukses, maka akan dijadikan contoh bagi yang lain. Rata-rata mereka bergerak di bidang kuliner, pakaian, kerajinan, percetakan, bengkel dan IT," imbuhnya.
Kepala Dinas Pasar, Koperasi, dan UMKM Kota Depok Herman Hidayat mengungkapkan, saat ini pihaknya berupaya menciptakan wirausahaan baru, yakni dengan memberikan pelatihan kepada 600 pemuda dan pemudi untuk memiliki jiwa wirausaha.
"Meskipun tak dilatih langsung jadi pengusaha, wirausaha dapat menjanjikan hidup. Nantinya kalau mereka sudah berkembang dapat menyerap tenaga kerja baru, pendapatan meningkat dan mengurangi kemiskinan juga pengangguran," ujarnya kepada wartawan di Depok, Jumat (14/12/2012).
Salah satu memberdayakan UMKM, kata Herman, yakni dengan menggelontorkan bantuan alat-alat produksi. Hal itu disesuaikan dengan bidang masing- masing UMKM. "Mereka rata-rata kekurangan sarana prasarana. Misalnya, usaha kuliner, kita kasih kompornya, ketelnya, lalu fesyen kita bantu mesin jahit baru," jelasnya.
Herman menambahkan untuk membuat wirausahawan baru bertahan dan berkembang, maka pihaknya mengevaluasi dan juga melakukan monitoring. Kesulitan yang paling dihadapi para pelaku UMKM, yakni masalah permodalan dan pemasaran.
"Kami evaluasi kesungguhan mereka, tahun depan akan dimonitoring oleh konsultan. Kalau sukses, maka akan dijadikan contoh bagi yang lain. Rata-rata mereka bergerak di bidang kuliner, pakaian, kerajinan, percetakan, bengkel dan IT," imbuhnya.
(rna)
Lihat Juga :