Realisasi kontrak baru WIKA 87,88% dari target
Jum'at, 14 Desember 2012 - 12:06 WIB
Realisasi kontrak baru WIKA 87,88% dari target
A
A
A
Sindonews.com - Jelang akhir tahun 2012, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengaku telah meraih capaian kontrak baru senilai Rp14,5 triliun.
Sekretaris Perusahaan WIKA, Natal Argawan Pardede menjelaskan, angka tersebut sendiri baru memenuhi sekitar 87,88 persen dari target kontrak baru tahun 2012 yang dipatok pada angka Rp16,5 triliun.
"Kontrak baru hingga Rp14,5 triliun hingga kini dari target 2012 sekitar Rp16,5 triliun. Saat ini masih ada beberapa proyek yang ditunggu, nilainya sekitar Rp2 triliun," ujarnya di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (13/12/2012) malam.
Dia menjelaskan, dalam proyek baru yang ditangani perseroan, proyek dari pihak swasta tergolong masih mendominasi, yakni sekitar 50 persen dari total proyek yang ditangani perseroan. Adapun jenis proyek yang dikerjakan perusahaan konstruksi pelat merah tersebut, diantaranya pembangunan pembangkit listrik, jembatan maupun bendungan.
"Kontrak baru tersebut terdiri dari proyek pemerintah sekitar 20 persen, proyek BUMN 30 persen dan sisanya swasta 50 persen. Sebagiaannya banyak yang dari proyek minyak dan gas dari swasta, proyek pembangkit listrik, jembatan dan bendungan," sambung dia.
Perseroan pada tahun ini menargetkan total kontrak mencapai Rp32,09 triliun, terdiri atas kontrak baru sebesar Rp16,5 triliun dan kontrak bawaan (carry over) dari tahun sebelumnya senilai Rp15,57 triliun.
Beberapa kontrak yang diperoleh perseroan sepanjang tahun ini, diantaranya dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) untuk mengerjakan proyek North Duri Development (NDD) Area 13 di Duri, Riau. Selain itu, pembangunan jalan kereta api jalur Semarang-Bojonegoro senilai Rp285 miliar dari Kementerian Perhubungan, pengendalian banjir Karang Mumus senilai Rp135 miliar.
Sekretaris Perusahaan WIKA, Natal Argawan Pardede menjelaskan, angka tersebut sendiri baru memenuhi sekitar 87,88 persen dari target kontrak baru tahun 2012 yang dipatok pada angka Rp16,5 triliun.
"Kontrak baru hingga Rp14,5 triliun hingga kini dari target 2012 sekitar Rp16,5 triliun. Saat ini masih ada beberapa proyek yang ditunggu, nilainya sekitar Rp2 triliun," ujarnya di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (13/12/2012) malam.
Dia menjelaskan, dalam proyek baru yang ditangani perseroan, proyek dari pihak swasta tergolong masih mendominasi, yakni sekitar 50 persen dari total proyek yang ditangani perseroan. Adapun jenis proyek yang dikerjakan perusahaan konstruksi pelat merah tersebut, diantaranya pembangunan pembangkit listrik, jembatan maupun bendungan.
"Kontrak baru tersebut terdiri dari proyek pemerintah sekitar 20 persen, proyek BUMN 30 persen dan sisanya swasta 50 persen. Sebagiaannya banyak yang dari proyek minyak dan gas dari swasta, proyek pembangkit listrik, jembatan dan bendungan," sambung dia.
Perseroan pada tahun ini menargetkan total kontrak mencapai Rp32,09 triliun, terdiri atas kontrak baru sebesar Rp16,5 triliun dan kontrak bawaan (carry over) dari tahun sebelumnya senilai Rp15,57 triliun.
Beberapa kontrak yang diperoleh perseroan sepanjang tahun ini, diantaranya dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) untuk mengerjakan proyek North Duri Development (NDD) Area 13 di Duri, Riau. Selain itu, pembangunan jalan kereta api jalur Semarang-Bojonegoro senilai Rp285 miliar dari Kementerian Perhubungan, pengendalian banjir Karang Mumus senilai Rp135 miliar.
(rna)
Lihat Juga :