2013, WIKA perkecil porsi kontrak swasta
Jum'at, 14 Desember 2012 - 12:21 WIB
2013, WIKA perkecil porsi kontrak swasta
A
A
A
Sindonews.com - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengharapkan adanya peningkatan komposisi nilai kontrak baru dari pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN) hingga mencapai 60 persen dari total komposisi kontrak baru pada tahun 2013. Sementara, swasta dikurangi hanya 40 persen.
"Kami mengharapkan proyek dari pemerintah dan BUMN dapat bertambah, sehingga menjadi 60 persen, dan sisanya swasta," ujar Sekretaris Perusahaan WIKA, Natal Argawan Pardede di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (13/12/2012) malam.
Harapan itu sendiri lebih menempatkan komposisi kontrak dari pemerintah dan BUMN sedikit lebih besar dibanding tahun ini, yang hanya 50 persen.
"Kontrak baru tahun ini terdiri dari proyek pemerintah sekitar 20 persen dan proyek BUMN 30 persen (total BUMN dan pemerintah 50 persen), sementara sisanya swasta 50 persen," sambung dia.
Dengan adanya peningkatan tersebut, diharapkan mampu berkontribusi pada peningkatan kinerja tahun depan. Sementara itu, perseroan hingga saat ini telah meraih capaian kontrak baru senilai Rp14,5 triliun. Angka tersebutsekitar 87,88 persen dari target kontrak baru tahun 2012 yang dipatok pada angka Rp16,5 triliun.
"Kontrak baru hingga Rp14,5 triliun hingga kini dari target 2012 sekitar Rp16,5 triliun. Saat ini masih ada beberapa proyek yang ditunggu, nilainya sekitar Rp2 triliun," ujarnya.
"Kami mengharapkan proyek dari pemerintah dan BUMN dapat bertambah, sehingga menjadi 60 persen, dan sisanya swasta," ujar Sekretaris Perusahaan WIKA, Natal Argawan Pardede di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (13/12/2012) malam.
Harapan itu sendiri lebih menempatkan komposisi kontrak dari pemerintah dan BUMN sedikit lebih besar dibanding tahun ini, yang hanya 50 persen.
"Kontrak baru tahun ini terdiri dari proyek pemerintah sekitar 20 persen dan proyek BUMN 30 persen (total BUMN dan pemerintah 50 persen), sementara sisanya swasta 50 persen," sambung dia.
Dengan adanya peningkatan tersebut, diharapkan mampu berkontribusi pada peningkatan kinerja tahun depan. Sementara itu, perseroan hingga saat ini telah meraih capaian kontrak baru senilai Rp14,5 triliun. Angka tersebutsekitar 87,88 persen dari target kontrak baru tahun 2012 yang dipatok pada angka Rp16,5 triliun.
"Kontrak baru hingga Rp14,5 triliun hingga kini dari target 2012 sekitar Rp16,5 triliun. Saat ini masih ada beberapa proyek yang ditunggu, nilainya sekitar Rp2 triliun," ujarnya.
(rna)
Lihat Juga :