Antam teken kontrak EPC PLTU senilai USD145 juta
Senin, 17 Desember 2012 - 18:11 WIB
Antam teken kontrak EPC PLTU senilai USD145 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah melakukan penandatanganan kontrak engineering, procurement and construction (EPC) pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara Pomalaa berkapasitas 2x30 megawatt (mw) senilai USD145 juta.
PLTU tersebut merupakan bagian dari proyek modernisasi dan optimasi pabrik feronikel Pomalaa. Sekretaris Perusahaan Antam Tedy Badrujaman mengatakan, PLTU batu bara tipe circulating fluidised bed (CFB) akan dibangun Sumitomo Corporation selaku kontraktor utama.
"Setelah PLTU batu bara ini beroperasi, biaya energi feronikel Antam diharapkan turun sekitar 15-20 persen," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (17/12/2012).
Dia menjelaskan, pembangunan PLTU batu bara Pomalaa untuk memenuhi kebutuhan listrik fasilitas pendukung pabrik FeNi I, II dan II. Perusahaan tambang pelat merah tersebut saat ini sedang melakukan modernisasi dan optimasi pabrik FeNi I di Pomalaa.
Pembangunan PLTU batu bara Pomalaa membutuhkan waktu 25 bulan untuk unit 1 dan 28 bulan untuk unit 2. Adapun kebutuhan batu bara PLTU Pomalaa mencapai 300 ribu ton batu bara kalori rendah setiap tahun, dengan nilai kalori 4.200 kkal/kg.
PLTU tersebut merupakan bagian dari proyek modernisasi dan optimasi pabrik feronikel Pomalaa. Sekretaris Perusahaan Antam Tedy Badrujaman mengatakan, PLTU batu bara tipe circulating fluidised bed (CFB) akan dibangun Sumitomo Corporation selaku kontraktor utama.
"Setelah PLTU batu bara ini beroperasi, biaya energi feronikel Antam diharapkan turun sekitar 15-20 persen," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (17/12/2012).
Dia menjelaskan, pembangunan PLTU batu bara Pomalaa untuk memenuhi kebutuhan listrik fasilitas pendukung pabrik FeNi I, II dan II. Perusahaan tambang pelat merah tersebut saat ini sedang melakukan modernisasi dan optimasi pabrik FeNi I di Pomalaa.
Pembangunan PLTU batu bara Pomalaa membutuhkan waktu 25 bulan untuk unit 1 dan 28 bulan untuk unit 2. Adapun kebutuhan batu bara PLTU Pomalaa mencapai 300 ribu ton batu bara kalori rendah setiap tahun, dengan nilai kalori 4.200 kkal/kg.
(rna)
Lihat Juga :