Sekar Bumi targetkan private placement awal 2013
Kamis, 20 Desember 2012 - 12:15 WIB
Sekar Bumi targetkan private placement awal 2013
A
A
A
Sindonews.com - PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) menyatakan pelaksanaan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non HMETD) atau private placement akan dilakukan setelah keputusan mengenai pihak investor strategis yang akan membei saham perseroan tercapai. Sementara itu, perseroan menargetkan aksi korporasi ini bisa dilakukan pada awal 2013.
Direktur Sekar Bumi Freddy Adam mengatakan, manajemen perseroan saat ini sedang melakukan pembahasan dengan sejumlah investor yang berminat.
"Pertimbangan keputusan tersebut berdasarkan penawaran terbaik. Perseroan berharap agar pelaksanaan tersebut dapat dilakukan pada awal 2013, akan tetapi tetap tergantung pada pertimbangan dan kondisi di kemudian hari," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/12/2012).
Dia menyatakan, hingga saat ini belum diputuskan investor stratgis yang akan membeli saham perseroan, sehingga perseroan hanya akan melakukan pemberitahuan ke Bapepam-LK dan BEI, lima hari kerja sebelum tanggal penerbitan saham baru.
Sementara itu, dia menjelaskan, jika nantinya sudah diputuskan investor startegis pembeli saham perseroan, maka secara operasional maupun finansial dapat memberi dampak positif terhadap perusahaan. Pasalnya, dana hasil penerbitan saham baru tersebut akan digunakan perseroan untuk mengembangkan usaha.
Akibat lainnya, pemegang saham pengendali akan mengalami dilusi seperti pemegang saham lainnya, sehingga investor baru akan menjadi pemegang saham perseroan di atas 5 persen dan tidak bertindak sebagai pengendali.
Adapun, jumlah saham baru yang akan diterbitkan sebanyak 56,45 juta saham atau 6,63 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan per 30 Juni 2012. Perseroan mengasumsikan harga pelaksanaan penerbitan saham baru tersebut sekurang-kurangnya Rp390 per saham.
Dengan asumsi harga tersebut, maka dana yang diperoleh perseroan bisa mencapai Rp22,015 miliar. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik produk makanan beku (frozen food) di wilayah Jabodetabek.
Sedianya pabrik yang diperkirakan membutuhkan investasi Rp80 miliar tersebut akan mulai dibangun pada awal 2013 dan ditargetkan rampung paada akhir 2013.
Direktur Sekar Bumi Freddy Adam mengatakan, manajemen perseroan saat ini sedang melakukan pembahasan dengan sejumlah investor yang berminat.
"Pertimbangan keputusan tersebut berdasarkan penawaran terbaik. Perseroan berharap agar pelaksanaan tersebut dapat dilakukan pada awal 2013, akan tetapi tetap tergantung pada pertimbangan dan kondisi di kemudian hari," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/12/2012).
Dia menyatakan, hingga saat ini belum diputuskan investor stratgis yang akan membeli saham perseroan, sehingga perseroan hanya akan melakukan pemberitahuan ke Bapepam-LK dan BEI, lima hari kerja sebelum tanggal penerbitan saham baru.
Sementara itu, dia menjelaskan, jika nantinya sudah diputuskan investor startegis pembeli saham perseroan, maka secara operasional maupun finansial dapat memberi dampak positif terhadap perusahaan. Pasalnya, dana hasil penerbitan saham baru tersebut akan digunakan perseroan untuk mengembangkan usaha.
Akibat lainnya, pemegang saham pengendali akan mengalami dilusi seperti pemegang saham lainnya, sehingga investor baru akan menjadi pemegang saham perseroan di atas 5 persen dan tidak bertindak sebagai pengendali.
Adapun, jumlah saham baru yang akan diterbitkan sebanyak 56,45 juta saham atau 6,63 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan per 30 Juni 2012. Perseroan mengasumsikan harga pelaksanaan penerbitan saham baru tersebut sekurang-kurangnya Rp390 per saham.
Dengan asumsi harga tersebut, maka dana yang diperoleh perseroan bisa mencapai Rp22,015 miliar. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik produk makanan beku (frozen food) di wilayah Jabodetabek.
Sedianya pabrik yang diperkirakan membutuhkan investasi Rp80 miliar tersebut akan mulai dibangun pada awal 2013 dan ditargetkan rampung paada akhir 2013.
(rna)
Lihat Juga :