2020, CNKO siap penuhi 20% listrik luar Jawa
Kamis, 20 Desember 2012 - 19:27 WIB
2020, CNKO siap penuhi 20% listrik luar Jawa
A
A
A
Sindonews.com - PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) menargetkan akan memenuhi permintaan listrik dalam negeri yang masih langka saat ini. Dengan alokasi kebutuhan kapasitas pembangkit listrik saat ini, pada 2020 pertumbuhan peningkatan pembangkit listrik harus mencapai 71 persen.
Untuk itu, perseroan telah mempersiapkan akan memenuhi permintaan yang besar dari luar Jawa mencapai 20 persen dengan memanfaatkan 70 persen dari target pembangkit listrik yang akan dimiliki perseroan di Sumatera.
CEO CNKO Henry Sitanggang mengatakan, sejumlah daerah pada 2020 mengalami peningkatan kebutuhan konsumsi energi listrik. Untuk Jawa dan Bali diprediksi mengalami kapasitas pertumbuhan 42,7 persen. Adapun Sumatera 11,3 persen, Kalimantan 2,7 persen dan yang lainnya mencapai 3,5 persen.
"PLN minimal harus menyiapkan suplai 50.000 megawatt," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Karena itu, perseroan melihat peluang ini dengan fokus menggarap sejumlah pembangkit listrik milik perseroaan yang berada di Sumatera. "Kita akan fokus di Sumatra terlebih dahulu dan kami juga bakal mengakuisisi perusahaan pembangkit listrik di sana," tuturnya.
Perseroan menerbitkan rights issue II untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur bisnis batu bara guna menjamin suplai ke PLN dan PLTU yang dimiliki perseroan nantinya. Perseroan telah memiliki kontrak dengan kapasitas permintaan 1,2 juta metrik ton (MT) setiap tahunnya.
Untuk itu, perseroan telah mempersiapkan akan memenuhi permintaan yang besar dari luar Jawa mencapai 20 persen dengan memanfaatkan 70 persen dari target pembangkit listrik yang akan dimiliki perseroan di Sumatera.
CEO CNKO Henry Sitanggang mengatakan, sejumlah daerah pada 2020 mengalami peningkatan kebutuhan konsumsi energi listrik. Untuk Jawa dan Bali diprediksi mengalami kapasitas pertumbuhan 42,7 persen. Adapun Sumatera 11,3 persen, Kalimantan 2,7 persen dan yang lainnya mencapai 3,5 persen.
"PLN minimal harus menyiapkan suplai 50.000 megawatt," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Karena itu, perseroan melihat peluang ini dengan fokus menggarap sejumlah pembangkit listrik milik perseroaan yang berada di Sumatera. "Kita akan fokus di Sumatra terlebih dahulu dan kami juga bakal mengakuisisi perusahaan pembangkit listrik di sana," tuturnya.
Perseroan menerbitkan rights issue II untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur bisnis batu bara guna menjamin suplai ke PLN dan PLTU yang dimiliki perseroan nantinya. Perseroan telah memiliki kontrak dengan kapasitas permintaan 1,2 juta metrik ton (MT) setiap tahunnya.
(rna)
Lihat Juga :