PLN terus upayakan peningkatkan penggunaan geothermal
Jum'at, 21 Desember 2012 - 11:23 WIB
PLN terus upayakan peningkatkan penggunaan geothermal
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengungkapkan penggunaan panas bumi (geothermal) sebagai sumber tenaga listrik cukup menjanjikan, sehingga PLN akan meningkatkan penggunaannya.
"Untuk energi alternatif, PLT Panas Bumi cukup menjanjikan," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji usai Deklarasi PLN Bersih di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Pamudji menyebutkan, PLN telah melakukan beberapa kontrak kerja sama pada 2012 untuk meningkatkan penggunaan tenaga panas bumi, seperti kontrak dengan Supreme Energy dan pembangunan PLT Muara Laboh.
"Misalnya kontrak yang saya tandatangani di 2012 dengan Supreme Energy soal panas bumi. Muara Laboh sudah berjalan dan sudah dibor, sudah menghasilkan uap," ujar dia.
Namun, usaha PLN dalam meningkatkan penggunaan tenaga panas bumi ini, lanjutnya, masih terkendala oleh regulasi pemerintah di bidang kehutanan.
"Salah satu hambatan di dalam pengembangan PLT Panas Bumi itu adalah di dalam regulasi mengenai kehutanan, seperti panas bumi ini digolongkan sebagai kegiatan penambangan, nah ini kayaknya kurang pas," pungkas Pamudji.
"Untuk energi alternatif, PLT Panas Bumi cukup menjanjikan," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji usai Deklarasi PLN Bersih di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Pamudji menyebutkan, PLN telah melakukan beberapa kontrak kerja sama pada 2012 untuk meningkatkan penggunaan tenaga panas bumi, seperti kontrak dengan Supreme Energy dan pembangunan PLT Muara Laboh.
"Misalnya kontrak yang saya tandatangani di 2012 dengan Supreme Energy soal panas bumi. Muara Laboh sudah berjalan dan sudah dibor, sudah menghasilkan uap," ujar dia.
Namun, usaha PLN dalam meningkatkan penggunaan tenaga panas bumi ini, lanjutnya, masih terkendala oleh regulasi pemerintah di bidang kehutanan.
"Salah satu hambatan di dalam pengembangan PLT Panas Bumi itu adalah di dalam regulasi mengenai kehutanan, seperti panas bumi ini digolongkan sebagai kegiatan penambangan, nah ini kayaknya kurang pas," pungkas Pamudji.
(gpr)
Lihat Juga :