Ambil kredit cukup modal kartu pedagang
Senin, 24 Desember 2012 - 17:29 WIB
Ambil kredit cukup modal kartu pedagang
A
A
A
Sindonews.com - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Danagung Bhakti membidik pedagang pasar tradisional sebagai sasaran kredit. Mereka telah menyalurkan kredit sebanyak Rp30 milliar kepada puluhan pedagang di 12 pasar tradisional, di kota Yogyakarta.
Direktur Utama BPR Danagung Bhakti, Teddy Alamsyah, mengaku kredit bagi pedagang pasar cukup berisiko. Kredit ini tidak menyertakan agunan yang bernilai ekonomis. Hanya berbekal kartu bukti pedagang (KBP) mereka bisa mendapatkan kredit.
“Cukup itu (KBP), mereka sudah bisa mencairkan kredit,” tutur Teddy di DIY, Senin (24/12/2012).
Kucuran kredit tanpa agunan ini sendiri cukup berhasil. Selama lebih dari sepuluh tahun, Net Performance Loan (NPL) cukup kecil, hanya sekitar 1 persen. Justru banyak yang lancar dan menarik bank BUMN untuk ikut terjun. Terbukti banyak pedagang yang di-takeover oleh bank milik negara ini.
Saat ini, BPR Danagung sedang menggarap pasar semi modern di Zona X di Pasar Klitikan Kuncen. Mereka telah menyalurkan kredit Rp2 miliar dengan perputaran modal cukup baik.
“Kita juga menggarap pasar handhphone di lantai dua Pasar Kranggan sebagai Tugu Square untuk pasar elektronik,” jelas Teddy.
Direktur Utama BPR Danagung Bhakti, Teddy Alamsyah, mengaku kredit bagi pedagang pasar cukup berisiko. Kredit ini tidak menyertakan agunan yang bernilai ekonomis. Hanya berbekal kartu bukti pedagang (KBP) mereka bisa mendapatkan kredit.
“Cukup itu (KBP), mereka sudah bisa mencairkan kredit,” tutur Teddy di DIY, Senin (24/12/2012).
Kucuran kredit tanpa agunan ini sendiri cukup berhasil. Selama lebih dari sepuluh tahun, Net Performance Loan (NPL) cukup kecil, hanya sekitar 1 persen. Justru banyak yang lancar dan menarik bank BUMN untuk ikut terjun. Terbukti banyak pedagang yang di-takeover oleh bank milik negara ini.
Saat ini, BPR Danagung sedang menggarap pasar semi modern di Zona X di Pasar Klitikan Kuncen. Mereka telah menyalurkan kredit Rp2 miliar dengan perputaran modal cukup baik.
“Kita juga menggarap pasar handhphone di lantai dua Pasar Kranggan sebagai Tugu Square untuk pasar elektronik,” jelas Teddy.
(gpr)
Lihat Juga :