Mentan akui perhatian media terhadap dirinya minim
Rabu, 26 Desember 2012 - 12:51 WIB
Mentan akui perhatian media terhadap dirinya minim
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menilai, perhatian media massa terhadap dirinya amat minim. Menurutnya, media massa lebih banyak menyoroti kegagalannya.
"Kalau saya blusukan, kalau naik ojek kan saya nggak diberitakan, beda sama menteri lain," ucap Suswono dalam Chief Editor Meeting di Menara 165, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Selain itu, Suswono juga meminta rakyat memaklumi gagalnya pencapaian produksi gula dan kedelai pada tahun ini. "Kita harus realistis, satu target belum tentu tercapai 100 persen," kata dia.
Meski gagal dalam pencapaian produksi gula dan kedelai, Suswono mengaku telah bekerja keras. Menurut dia, usaha kerasnya tentu merupakan suatu hal yang positif.
"Ketika kita punya target kemudian tidak tercapai, tapi kita sudah berusaha keras, tentu sangat positif untuk ke depan," tandasnya.
Adapun, penyebab kegagalannya mencapai target produksi kedelai tahun ini sebesar 1 juta ton, namun terealisasi hanya 783 ribu ton, yakni kurangnya lahan untuk kedelai, kurangnya minat petani terhadap tanaman kedelai ini ditengarainya akibat minimnya insentif.
Selain itu, harga tanaman kedelai yang kurang menguntungkan, sulitnya perawatan tanaman kedelai dan produktivitas per hektare kedelai di Indonesia yang masih rendah.
"Kalau saya blusukan, kalau naik ojek kan saya nggak diberitakan, beda sama menteri lain," ucap Suswono dalam Chief Editor Meeting di Menara 165, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Selain itu, Suswono juga meminta rakyat memaklumi gagalnya pencapaian produksi gula dan kedelai pada tahun ini. "Kita harus realistis, satu target belum tentu tercapai 100 persen," kata dia.
Meski gagal dalam pencapaian produksi gula dan kedelai, Suswono mengaku telah bekerja keras. Menurut dia, usaha kerasnya tentu merupakan suatu hal yang positif.
"Ketika kita punya target kemudian tidak tercapai, tapi kita sudah berusaha keras, tentu sangat positif untuk ke depan," tandasnya.
Adapun, penyebab kegagalannya mencapai target produksi kedelai tahun ini sebesar 1 juta ton, namun terealisasi hanya 783 ribu ton, yakni kurangnya lahan untuk kedelai, kurangnya minat petani terhadap tanaman kedelai ini ditengarainya akibat minimnya insentif.
Selain itu, harga tanaman kedelai yang kurang menguntungkan, sulitnya perawatan tanaman kedelai dan produktivitas per hektare kedelai di Indonesia yang masih rendah.
(rna)
Lihat Juga :