DSSA beri pinjaman ke PAU USD14 juta
Rabu, 26 Desember 2012 - 13:51 WIB
DSSA beri pinjaman ke PAU USD14 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) memberikan pinjaman kepada anak usahanya, PT Panca Amara utama (PAU) senilai USD14 juta. Penandatanganan shareholders loan agreement telah dilakukan akhir pekan lalu.
Corporate Secretary & Head of Investor Relations ESSA Kanishk Laroya mengatakan, dana pinjaman kepada anak usaha tersebut akan digunakan PAU untuk ekspansi usaha. "Dana yang diperoleh PAU akan digunakan untuk mengembangkan proyek amoniak PAU," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/12/2012).
ESAA sebelumnya menyatakan, akan menyiapkan dana sebesar USD150 juta untuk pengembangkan PAU untuk tambahan investasi pembangunan pabrik amoniak di Banggai, Sulawesi Tengah.
Adapun total nilai investasi pembangunan pabrik amoniak berkapasitas produksi 700 ribu metrik ton (MT) tersebut mencapai Rp7,2 triliun. Proyek ini ditargetkan akan mulai konstruksi pada kuartal II tahun depan dan diperkirakan bisa beroperasi secara komersil pada kuartal III/2015.
Dari kebutuhan investasi tersebut, perseroan memastikan akan meraih sumber dana dari International Finance Corporation (IFC) sebesar USD500 juta. Dari nilai itu, sebanyak USD100 juta merupakan pinjaman dari IFC, sedangkan USD400 juta akan didapatkan dari pinjaman sindikasi bank yang difasilitasi oleh IFC.
Sementara itu, perseroan masih membutuhkan dana sekitar USD250 juta untuk mendanai pembangunan pabrik tersebut, sehingga perseroan mengalihkan penggunaan dana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
Perseroan juga akan menambah kekurangan dana investasi dari pihak eksternal, yaitu pinjaman bank dan melepas kepemilikan saham melalui mekanisme penerbitan saham tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Non-HMETD).
Sisa kebutuhan pengembangan PAU sebesar USD250 juta, sehingga dengan porsi saham 60 persen di PAU, perseroan perlu menyiapkan dana tambahan senilai USD150 juta.
Corporate Secretary & Head of Investor Relations ESSA Kanishk Laroya mengatakan, dana pinjaman kepada anak usaha tersebut akan digunakan PAU untuk ekspansi usaha. "Dana yang diperoleh PAU akan digunakan untuk mengembangkan proyek amoniak PAU," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/12/2012).
ESAA sebelumnya menyatakan, akan menyiapkan dana sebesar USD150 juta untuk pengembangkan PAU untuk tambahan investasi pembangunan pabrik amoniak di Banggai, Sulawesi Tengah.
Adapun total nilai investasi pembangunan pabrik amoniak berkapasitas produksi 700 ribu metrik ton (MT) tersebut mencapai Rp7,2 triliun. Proyek ini ditargetkan akan mulai konstruksi pada kuartal II tahun depan dan diperkirakan bisa beroperasi secara komersil pada kuartal III/2015.
Dari kebutuhan investasi tersebut, perseroan memastikan akan meraih sumber dana dari International Finance Corporation (IFC) sebesar USD500 juta. Dari nilai itu, sebanyak USD100 juta merupakan pinjaman dari IFC, sedangkan USD400 juta akan didapatkan dari pinjaman sindikasi bank yang difasilitasi oleh IFC.
Sementara itu, perseroan masih membutuhkan dana sekitar USD250 juta untuk mendanai pembangunan pabrik tersebut, sehingga perseroan mengalihkan penggunaan dana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
Perseroan juga akan menambah kekurangan dana investasi dari pihak eksternal, yaitu pinjaman bank dan melepas kepemilikan saham melalui mekanisme penerbitan saham tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Non-HMETD).
Sisa kebutuhan pengembangan PAU sebesar USD250 juta, sehingga dengan porsi saham 60 persen di PAU, perseroan perlu menyiapkan dana tambahan senilai USD150 juta.
(rna)
Lihat Juga :