Kementan janjikan HPP dan insentif untuk petani kedelai
Rabu, 26 Desember 2012 - 14:36 WIB
Kementan janjikan HPP dan insentif untuk petani kedelai
A
A
A
Sindonews.com - Dalam rangka meningkatkan produksi kedelai tahun 2013 mendatang, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menjanjikan penetapan Harga Pokok Pembelian (HPP) agar keuntungan petani meningkat.
"HPP kedelai diharapkan bisa ada," ujar Menteri Pertanian Suswono dalam acara Chief Editor Meeting di Menara 165, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Selain itu, Mentan juga menjanjikan insentif dalam bentuk subsidi pembelian benih hingga 76 persen. "Kemudian kita akan berikan subsidi untuk benih 76 persen, jadi petani hanya membayar 24 persen," sambungnya.
Suswono menjelaskan, Indonesia mengalami defisit hingga 1,5 juta ton kedelai pada tahun ini akibat gagal tercapainya target produksi kedelai sebesar 1 juta ton. "Kedelai sasaran produksi 1 juta ton, cuma tercapai 783 ribu ton, jadi defisit 1,5 juta ton," ungkap dia.
Menurut Suswono, kurangnya minat petani terhadap tanaman kedelai ini ditengarainya akibat minimnya insentif. "Pernah sampai 1,5 juta Ha tapi terus menurun karena insentif tidak menjanjikan," sambung dia.
Selain itu, harga tanaman kedelai yang kurang menguntungkan juga mengurangi minat petani untuk menanamnya. Akibatnya, petani memilih untuk menanam komoditas pertanian lain yang lebih menguntungkan.
"HPP kedelai diharapkan bisa ada," ujar Menteri Pertanian Suswono dalam acara Chief Editor Meeting di Menara 165, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Selain itu, Mentan juga menjanjikan insentif dalam bentuk subsidi pembelian benih hingga 76 persen. "Kemudian kita akan berikan subsidi untuk benih 76 persen, jadi petani hanya membayar 24 persen," sambungnya.
Suswono menjelaskan, Indonesia mengalami defisit hingga 1,5 juta ton kedelai pada tahun ini akibat gagal tercapainya target produksi kedelai sebesar 1 juta ton. "Kedelai sasaran produksi 1 juta ton, cuma tercapai 783 ribu ton, jadi defisit 1,5 juta ton," ungkap dia.
Menurut Suswono, kurangnya minat petani terhadap tanaman kedelai ini ditengarainya akibat minimnya insentif. "Pernah sampai 1,5 juta Ha tapi terus menurun karena insentif tidak menjanjikan," sambung dia.
Selain itu, harga tanaman kedelai yang kurang menguntungkan juga mengurangi minat petani untuk menanamnya. Akibatnya, petani memilih untuk menanam komoditas pertanian lain yang lebih menguntungkan.
(gpr)
Lihat Juga :