2013, Kementan targetkan produksi beras 72 juta ton
Rabu, 26 Desember 2012 - 14:48 WIB
2013, Kementan targetkan produksi beras 72 juta ton
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mematok target produksi beras sebesar 72,064 juta ton untuk tahun 2013 mendatang.
"Target padi 2013 72,064 juta ton," kata Menteri Pertanian Suswono dalam acara Chief Editor Meeting di Menara 165, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Suswono optimis target ini dapat tercapai bila melihat keberhasilan pencapaian produksi padi tahun 2012 ini, yang berada di atas target. "Padi sasaran 67 (juta ton), di ARAM II sudah 68 juta ton," imbuhnya.
Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan bahwa ketersediaan beras dalam negeri tahun ini berhasil surplus hingga 5,7 juta ton. "Beras surplus 5,734 juta ton," tutup Suswono.
Sebagai catatan, kenaikan produksi padi tahun 2012, menurut analisis BPS, berasal dari kenaikan yang relatif besar terjadi di Provinsi Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian mencatat kenaikan produksi terjadi di 26 provinsi, kecuali Riau (-7,33 persen), Banten (0,63 persen), Jawa Barat (-0,88 persen), Bali (-0,92 persen), NTB (-0,80 persen), Gorontalo (-3,54 persen) dan Papua (-3,63 persen).
"Target padi 2013 72,064 juta ton," kata Menteri Pertanian Suswono dalam acara Chief Editor Meeting di Menara 165, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Suswono optimis target ini dapat tercapai bila melihat keberhasilan pencapaian produksi padi tahun 2012 ini, yang berada di atas target. "Padi sasaran 67 (juta ton), di ARAM II sudah 68 juta ton," imbuhnya.
Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan bahwa ketersediaan beras dalam negeri tahun ini berhasil surplus hingga 5,7 juta ton. "Beras surplus 5,734 juta ton," tutup Suswono.
Sebagai catatan, kenaikan produksi padi tahun 2012, menurut analisis BPS, berasal dari kenaikan yang relatif besar terjadi di Provinsi Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian mencatat kenaikan produksi terjadi di 26 provinsi, kecuali Riau (-7,33 persen), Banten (0,63 persen), Jawa Barat (-0,88 persen), Bali (-0,92 persen), NTB (-0,80 persen), Gorontalo (-3,54 persen) dan Papua (-3,63 persen).
(gpr)
Lihat Juga :