2012, produksi tebu Jatim meningkat 19%
Kamis, 27 Desember 2012 - 16:10 WIB
2012, produksi tebu Jatim meningkat 19%
A
A
A
Sindonews.com - Sektor perkebunan pada komoditas tebu di Jawa Timur mengalami kenaikan sepanjang 2012 sebesar 19 persen dibanding 2011. Meningkatnya produksi tebu ini membuat Provinsi Jawa Timur menjadi surplus gula.
Menurut Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Jatim Samsul Arifin, pada 2012 produksi tebu mencapai 1.252.788 ton. Dibanding 2011 produksi Tebu hanya mencapai 1.051.000 ton.
"2012 ini kami menargetkan produksi tebu mencapai 1,2 juta ton. Artinya, jumlah tersebut sudah terlampaui," kata Samsul, di Kantornya, Surabaya, Kamis (27/12/2012).
Ia menjelaskan, peningkatan produksi tersebut karena terjadi sinergi program antara instansi yang mengelola Tebu, yakni Dinas Perkebunan, pabrik gula, pusat penelitian, pedagang gula, asosiasi petani dan koperasi petani tebu. Intinya, lanjut Samsul, memiliki komitmen untuk meningkatkan produksi.
Sedangkan tingkat rendemen di Jawa Timur juga berada di angka delapan. Termasuk beberapa di Pabrik Gula di bawah kendali PT Perkebunan Nusantara X (PTPN). Seperti di PG Ngudirejo (8,62 persen), PG Mojoagung (8,62 persen), PG Pesantren Baru (8,32 persen) dan PG di bawah kendali PTPN XI seperti Asembagu (8,32 persen), Prajekan (8,19 persen) dan Kebun Agung (8,17 persen).
"Untuk tahun ini total area seluas 203.394 hektare (ha). Jumlah ini naik dibanding 2011 yang mencapai 197.752 ha," jelasnya.
Ia berharap, dengan meningkatknya produksi tebu ini mampu menopang kebutuhan gula di Jawa Timur bahkan bisa berlebih. Konsumsi Gula untuk masyarakat Jatim mencapai 550 ribu ton per tahun. Sementara produksi gula di Jatim mencapai 1,25 juta ton per tahun. Artinya ada surplus sebesar 702 ribu ton.
"Sisanya untuk provinsi lain. Sehingga tidak dibutuhkan impor gula. Yang diperlukan impor gula itu secara nasional untuk provinsi lain yang tidak bisa mencukupi kebutuhan gula sendiri," tukasnya.
Menurut Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Jatim Samsul Arifin, pada 2012 produksi tebu mencapai 1.252.788 ton. Dibanding 2011 produksi Tebu hanya mencapai 1.051.000 ton.
"2012 ini kami menargetkan produksi tebu mencapai 1,2 juta ton. Artinya, jumlah tersebut sudah terlampaui," kata Samsul, di Kantornya, Surabaya, Kamis (27/12/2012).
Ia menjelaskan, peningkatan produksi tersebut karena terjadi sinergi program antara instansi yang mengelola Tebu, yakni Dinas Perkebunan, pabrik gula, pusat penelitian, pedagang gula, asosiasi petani dan koperasi petani tebu. Intinya, lanjut Samsul, memiliki komitmen untuk meningkatkan produksi.
Sedangkan tingkat rendemen di Jawa Timur juga berada di angka delapan. Termasuk beberapa di Pabrik Gula di bawah kendali PT Perkebunan Nusantara X (PTPN). Seperti di PG Ngudirejo (8,62 persen), PG Mojoagung (8,62 persen), PG Pesantren Baru (8,32 persen) dan PG di bawah kendali PTPN XI seperti Asembagu (8,32 persen), Prajekan (8,19 persen) dan Kebun Agung (8,17 persen).
"Untuk tahun ini total area seluas 203.394 hektare (ha). Jumlah ini naik dibanding 2011 yang mencapai 197.752 ha," jelasnya.
Ia berharap, dengan meningkatknya produksi tebu ini mampu menopang kebutuhan gula di Jawa Timur bahkan bisa berlebih. Konsumsi Gula untuk masyarakat Jatim mencapai 550 ribu ton per tahun. Sementara produksi gula di Jatim mencapai 1,25 juta ton per tahun. Artinya ada surplus sebesar 702 ribu ton.
"Sisanya untuk provinsi lain. Sehingga tidak dibutuhkan impor gula. Yang diperlukan impor gula itu secara nasional untuk provinsi lain yang tidak bisa mencukupi kebutuhan gula sendiri," tukasnya.
(gpr)
Lihat Juga :