UNTR revisi target penjualan alat berat
Kamis, 27 Desember 2012 - 17:05 WIB
UNTR revisi target penjualan alat berat
A
A
A
Sindonews.com - PT United Tractors Tbk (UNTR) merevisi target penjualan alat berat di akhir tahun ini dari 7.000 unit menjadi 6.200 unit. Pasalnya, penjualan alat berat perseroan per November 2012 menurun menjadi 5.993 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 7.854 unit.
Sementara itu, unit alat berat perseroan di tahun ini berkontribusi 45 persen terhadap total pendapatan anak grup Astra tersebut. Jika dibanding Oktober 2012, penjualan alat berat mengalami kenaikan dari 249 unit menjadi 289 unit pada November 2012.
Corporate Secretary UNTR Sara K Loebis mengatakan, penjualan alat berat dengan merk Komatsu masih didominasi dari sektor pertambangan dengan kontribusi sebesar 54 persen, yang turun 67 persen dibanding periode lalu. Sedangkan sektor perkebunan sebesar 24 persen, naik 17 persen dari periode lalu.
Kemudian sektor konstruksi menyumbang 16 persen, naik 10 persen dan kehutanan stagnan di level 6 persen. Dia mengatakan, penurunan kinerja ini merupakan dampak dari turunnya harga komoditas batu bara, sehingga mengurangi pendapatan perseroan.
"Tren penurunan batu bara masih menjadi hambatan terbesar kita untuk melakukan ekspansi bisnis," ujar Sara saat dihubungi di Jakarta, Kamis (27/12/2012).
Sara menambahkan, perseroan saat ini melihat pasar sektor pertambangan belum akan pulih dalam waktu dekat, sehingga kemungkinan berbalik arah (rebound) masih belum memungkinkan terjadi di akhir tahun ini. Pasalnya, kalangan investor masih menahan untuk melakukan pembelian alat berat.
Saat ini, penjualan berada di kisaran level 500-700 unit dan perseroan tidak akan berkonsentrasi pada sektor pertambangan saja karena sektor lainnya juga terbukti memberikan kontribusi dalam perolehan penjualan alat berat.
Sementara itu, unit alat berat perseroan di tahun ini berkontribusi 45 persen terhadap total pendapatan anak grup Astra tersebut. Jika dibanding Oktober 2012, penjualan alat berat mengalami kenaikan dari 249 unit menjadi 289 unit pada November 2012.
Corporate Secretary UNTR Sara K Loebis mengatakan, penjualan alat berat dengan merk Komatsu masih didominasi dari sektor pertambangan dengan kontribusi sebesar 54 persen, yang turun 67 persen dibanding periode lalu. Sedangkan sektor perkebunan sebesar 24 persen, naik 17 persen dari periode lalu.
Kemudian sektor konstruksi menyumbang 16 persen, naik 10 persen dan kehutanan stagnan di level 6 persen. Dia mengatakan, penurunan kinerja ini merupakan dampak dari turunnya harga komoditas batu bara, sehingga mengurangi pendapatan perseroan.
"Tren penurunan batu bara masih menjadi hambatan terbesar kita untuk melakukan ekspansi bisnis," ujar Sara saat dihubungi di Jakarta, Kamis (27/12/2012).
Sara menambahkan, perseroan saat ini melihat pasar sektor pertambangan belum akan pulih dalam waktu dekat, sehingga kemungkinan berbalik arah (rebound) masih belum memungkinkan terjadi di akhir tahun ini. Pasalnya, kalangan investor masih menahan untuk melakukan pembelian alat berat.
Saat ini, penjualan berada di kisaran level 500-700 unit dan perseroan tidak akan berkonsentrasi pada sektor pertambangan saja karena sektor lainnya juga terbukti memberikan kontribusi dalam perolehan penjualan alat berat.
(rna)
Lihat Juga :