IHSG diproyeksi menguat terbatas
Jum'at, 28 Desember 2012 - 08:14 WIB
IHSG diproyeksi menguat terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Jelang penutupan perdagangan tahun 2012, indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi menguat terbatas.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.250-4.268 dan resistance 4.292-4.305," terang kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Jumat (28/12/2012).
IHSG berpola spinning dan mendekati middle bollinger bands (MBB). MACD bergerak datar dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik meninggalkan area oversold.
"Kenaikan IHSG kembali dipertanyakan, apakah ada keinginan bagi IHSG untuk menguat lebih tinggi lagi jelang akhir tahun karena kenaikan yang terjadi masih sangat terbatas," sambung dia.
Menutup akhir tahun, pergerakan IHSG masih akan variatif dengan kecenderungan mencoba naik terbatas. "Mungkin hanya itu performance (baik) yang bisa diberikan IHSG di akhir tahun ini," ujar dia.
Pergerakan variatif masih saja mewarnai IHSG pada perdagangan dua hari jelang penutupan akhir perdagangan tahun ini. Menghijaunya bursa saham Asia hanya berimbas pada awal-awal perdagangan, dan jelang penutupan justru mengalami pelemahan.
Masih merahnya bursa saham Eropa saat dibukanya kembali perdagangan setelah libur Natal menghapus peluang rebound IHSG secara teknikal. Padahal asing telah melakukan aksi beli, namun pemodal lokal justru tidak memperpanjang aksi belinya seperti sehari sebelumnya, dimana mereka mayoritas segera merealisasikan keuntungan setelah melihat kondisi tersebut.
Akan tetapi, jelang penutupan kembalinya aksi beli membawa IHSG ke zona hijau. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.289,82 (level tertingginya) di awal sesi 2 dan menyentuh level 4.264,33 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.281,86.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell. Pergerakan nilai tukar rupiah berbalik positif setelah merespon rilis data laba BUMN China yang positif, sehingga memberikan harapan akan berlanjutnya pemulihan ekonomi.
Apresiasi rupiah juga didukung oleh sentimen perkembangan di Timur Tengah setelah Iran mengumumkan akan melakukan latihan militer di Selat Hormuz. Sentimen ini membawa kenaikan harga minyak dunia, sehingga memicu peralihan dari dolar Amerika Serikat (USD) dan juga berdampak pada reli saham-saham di sektor komoditas.
Rupiah pun secara tidak langsung terkena dampak positifnya. Meski latihan militer berkala tersebut cukup normal, namun timbul kecemasan berlebihan akan situasi Timur Tengah.
Sentimen dari Eropa juga cukup positif, dimana indeks kepercayaan konsumen Perancis dan kepercayaan bisnis Italia menunjukkan kenaikan. Bursa saham Asia bergerak variatif, dimana Nikkei masih mengalami kenaikan setelah merespon pelemahan nilai tukar yen dan adanya harapan stimulus dari pemerintahan yang baru.
Sentimen positif juga didukung oleh kenaikan Indeks Kepercayaan Manufaktur Korea Selatan. Akan tetapi, pelemahan dialami bursa saham China setelah adanya penilaian harga saham-sahamnya telah overbought, sehingga menutupi sentimen positif dari pertumbuhan perusahaan-perusahaan industri dan BUMN.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.250-4.268 dan resistance 4.292-4.305," terang kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Jumat (28/12/2012).
IHSG berpola spinning dan mendekati middle bollinger bands (MBB). MACD bergerak datar dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik meninggalkan area oversold.
"Kenaikan IHSG kembali dipertanyakan, apakah ada keinginan bagi IHSG untuk menguat lebih tinggi lagi jelang akhir tahun karena kenaikan yang terjadi masih sangat terbatas," sambung dia.
Menutup akhir tahun, pergerakan IHSG masih akan variatif dengan kecenderungan mencoba naik terbatas. "Mungkin hanya itu performance (baik) yang bisa diberikan IHSG di akhir tahun ini," ujar dia.
Pergerakan variatif masih saja mewarnai IHSG pada perdagangan dua hari jelang penutupan akhir perdagangan tahun ini. Menghijaunya bursa saham Asia hanya berimbas pada awal-awal perdagangan, dan jelang penutupan justru mengalami pelemahan.
Masih merahnya bursa saham Eropa saat dibukanya kembali perdagangan setelah libur Natal menghapus peluang rebound IHSG secara teknikal. Padahal asing telah melakukan aksi beli, namun pemodal lokal justru tidak memperpanjang aksi belinya seperti sehari sebelumnya, dimana mereka mayoritas segera merealisasikan keuntungan setelah melihat kondisi tersebut.
Akan tetapi, jelang penutupan kembalinya aksi beli membawa IHSG ke zona hijau. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.289,82 (level tertingginya) di awal sesi 2 dan menyentuh level 4.264,33 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.281,86.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell. Pergerakan nilai tukar rupiah berbalik positif setelah merespon rilis data laba BUMN China yang positif, sehingga memberikan harapan akan berlanjutnya pemulihan ekonomi.
Apresiasi rupiah juga didukung oleh sentimen perkembangan di Timur Tengah setelah Iran mengumumkan akan melakukan latihan militer di Selat Hormuz. Sentimen ini membawa kenaikan harga minyak dunia, sehingga memicu peralihan dari dolar Amerika Serikat (USD) dan juga berdampak pada reli saham-saham di sektor komoditas.
Rupiah pun secara tidak langsung terkena dampak positifnya. Meski latihan militer berkala tersebut cukup normal, namun timbul kecemasan berlebihan akan situasi Timur Tengah.
Sentimen dari Eropa juga cukup positif, dimana indeks kepercayaan konsumen Perancis dan kepercayaan bisnis Italia menunjukkan kenaikan. Bursa saham Asia bergerak variatif, dimana Nikkei masih mengalami kenaikan setelah merespon pelemahan nilai tukar yen dan adanya harapan stimulus dari pemerintahan yang baru.
Sentimen positif juga didukung oleh kenaikan Indeks Kepercayaan Manufaktur Korea Selatan. Akan tetapi, pelemahan dialami bursa saham China setelah adanya penilaian harga saham-sahamnya telah overbought, sehingga menutupi sentimen positif dari pertumbuhan perusahaan-perusahaan industri dan BUMN.
(rna)
Lihat Juga :