Enam BUMN siap melantai di bursa tahun 2013
Jum'at, 28 Desember 2012 - 17:18 WIB
Enam BUMN siap melantai di bursa tahun 2013
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian BUMN merencanakan enam perusahaan pelat merah akan melakukan Initial Public Offering (IPO) di tahun 2013 mendatang. Dari enam BUMN itu, dua perusahaan merupakan kelanjutan program privatisasi yang tertunda di 2012, yakni PT Semen Baturaja dan PT Pegadaian.
"Pertama Pegadaian. Tanggal 7 Januari 2013, setelah reses pertama DPR, kita akan minta persetujuan IPO Semen Baturaja," kata Deputi Kementerian BUMN Pandu Djajanto di Kantornya, Jakarta, Jumat (28/12/2012).
Kemudian, Pandu menyebut PT Pos Indonesia juga akan IPO. "Kalau ke pasar modal harus menarik. Untuk PT Pos 3 tahun berturut-turut sudah mencatat laba, tapi masih kecil namun masih memiliki potensi," ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa ada tiga anak perusahaan BUMN yang menyatakan siap IPO tahun depan, yakni anak usaha PT PLN, PT Pertamina dan PT Garuda Indonesia Tbk.
"IPO beberapa anak perusahaan, anak perusahaan PLN yaitu PLN Batam. Kita menunggu dari Garuda dan Pertamina," terang Pandu.
Dengan demikian, total ada enam BUMN yang akan IPO, yakni Semen Baturaja, Pegadaian, Pos Indonesia, dan tiga anak perusahaan milik PLN, Pertamina, serta Garuda.
"Pertama Pegadaian. Tanggal 7 Januari 2013, setelah reses pertama DPR, kita akan minta persetujuan IPO Semen Baturaja," kata Deputi Kementerian BUMN Pandu Djajanto di Kantornya, Jakarta, Jumat (28/12/2012).
Kemudian, Pandu menyebut PT Pos Indonesia juga akan IPO. "Kalau ke pasar modal harus menarik. Untuk PT Pos 3 tahun berturut-turut sudah mencatat laba, tapi masih kecil namun masih memiliki potensi," ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa ada tiga anak perusahaan BUMN yang menyatakan siap IPO tahun depan, yakni anak usaha PT PLN, PT Pertamina dan PT Garuda Indonesia Tbk.
"IPO beberapa anak perusahaan, anak perusahaan PLN yaitu PLN Batam. Kita menunggu dari Garuda dan Pertamina," terang Pandu.
Dengan demikian, total ada enam BUMN yang akan IPO, yakni Semen Baturaja, Pegadaian, Pos Indonesia, dan tiga anak perusahaan milik PLN, Pertamina, serta Garuda.
(gpr)