KSEI cetak peningkatan kinerja selama 2012
Sabtu, 29 Desember 2012 - 15:11 WIB
KSEI cetak peningkatan kinerja selama 2012
A
A
A
Sindonews.com - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) membukukan penikatan kinerja terhadap jumlah SID (Single Investor Identification) dan Total Aset yang dikelola KSEI pada 2012.
"Total aset yang dikelola KSEI per 26 Desember 2012 sebesar Rp 2.735,97 triliun atau meningkat 21,18 persen dari periode yang sama pada 2011. Jumlah SID yang tercatat di KSEI juga mengalami peningkatan menjadi 281.438 pada Desember 2012 dibandingkan data per akhir Januari 2012 atau sebelum kewajiban kepemilikan SID efektif diberlakukan, yaitu sebesar 248.151," ujar Direktur Utama KSEI, Ananta Wiyogo dalam keterangan pers yang diterima Sindonews, Sabtu (29/12/ 2012).
Menurut Ananta, keberhasilan KSEI didukung beberapa implementasi program kerja penting yang menandai babak baru perkembangan pasar modal Indonesia.
"Pada Januari hingga Februari 2012, program-program yang diimplementasikan, antara lain Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) dan Pemisahan Rekening Dana Nasabah (RDN). Proyek ini sangat dibutuhkan dan saling berkaitan karena berhubungan erat dengan perlindungan investor," katanya.
Fasilitas AKSes yang telah diluncurkan sejak 2009 merupakan awal dari implementasi program kerja KSEI. Pada kartu AKSes, dimuat nomor SID yang wajib dimiliki investor pasar modal. Untuk meningkatkan penggunaan kartu AKSes, sejak awal tahun 2012 KSEI telah melakukan program pencetakan massal kartu AKSes bagi seluruh nasabah perusahaan efek dan Bank Kustodian yang telah memiliki SID.
Bagi nasabah baru, pencetakan kartu AKSes ini akan diproses pada saat perusahaan efek menyampaikan permohonan pembuatan sub rekening efek. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses distribusi kartu AKSes agar segera sampai ke investor.
Penerapan SID dan fasilitas AKSes ini, lanjut Ananta, erat kaitannya dengan implementasi pemisahan RDN yang mulai dilaksanakan sejak 1 Februari 2012. Terhitung sejak tanggal tersebut, perusahaan efek diwajibkan membukakan RDN pada bank pembayaran yang bekerjasama dengan KSEI.
"Dengan dibukanya RDN, maka nasabah dapat melakukan pemantauan atas saldo dan aliran dana yang digunakan untuk melakukan transaksi dan penyelesaian transaksi efek melalui fasilitas AKSes," jelasnya.
"Total aset yang dikelola KSEI per 26 Desember 2012 sebesar Rp 2.735,97 triliun atau meningkat 21,18 persen dari periode yang sama pada 2011. Jumlah SID yang tercatat di KSEI juga mengalami peningkatan menjadi 281.438 pada Desember 2012 dibandingkan data per akhir Januari 2012 atau sebelum kewajiban kepemilikan SID efektif diberlakukan, yaitu sebesar 248.151," ujar Direktur Utama KSEI, Ananta Wiyogo dalam keterangan pers yang diterima Sindonews, Sabtu (29/12/ 2012).
Menurut Ananta, keberhasilan KSEI didukung beberapa implementasi program kerja penting yang menandai babak baru perkembangan pasar modal Indonesia.
"Pada Januari hingga Februari 2012, program-program yang diimplementasikan, antara lain Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) dan Pemisahan Rekening Dana Nasabah (RDN). Proyek ini sangat dibutuhkan dan saling berkaitan karena berhubungan erat dengan perlindungan investor," katanya.
Fasilitas AKSes yang telah diluncurkan sejak 2009 merupakan awal dari implementasi program kerja KSEI. Pada kartu AKSes, dimuat nomor SID yang wajib dimiliki investor pasar modal. Untuk meningkatkan penggunaan kartu AKSes, sejak awal tahun 2012 KSEI telah melakukan program pencetakan massal kartu AKSes bagi seluruh nasabah perusahaan efek dan Bank Kustodian yang telah memiliki SID.
Bagi nasabah baru, pencetakan kartu AKSes ini akan diproses pada saat perusahaan efek menyampaikan permohonan pembuatan sub rekening efek. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses distribusi kartu AKSes agar segera sampai ke investor.
Penerapan SID dan fasilitas AKSes ini, lanjut Ananta, erat kaitannya dengan implementasi pemisahan RDN yang mulai dilaksanakan sejak 1 Februari 2012. Terhitung sejak tanggal tersebut, perusahaan efek diwajibkan membukakan RDN pada bank pembayaran yang bekerjasama dengan KSEI.
"Dengan dibukanya RDN, maka nasabah dapat melakukan pemantauan atas saldo dan aliran dana yang digunakan untuk melakukan transaksi dan penyelesaian transaksi efek melalui fasilitas AKSes," jelasnya.
(dmd)
Lihat Juga :