Aturan SVLK ancam usaha perajin kayu

Senin, 07 Januari 2013 - 10:05 WIB
Aturan SVLK ancam usaha...
Aturan SVLK ancam usaha perajin kayu
A A A
Sindonews.com - Sistem Verifikasi Legalitas kayu (SVLK), mengancam eksistensi perajin dan pengusaha produk berbahan kayu yang dikembangkan para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

Bagi mereka, sistem administrasi yang menyertakan asal kayu ini, cukup memberatkan mereka.

Ketua Pengrajin Batik Kayu Dusun Bobung, Patuk, Kemiran mengaku SVLK yang akan diterapkan pada 2014 di pasar Eropa dan Amerika bisa mengancam perajin di wilayahnya.

Bobung yang dikenal sebagai sentra topeng dan batik kayu, bisa bubar. Penyebabnya, perajin tidak menerapkan administrasi kayu yang benar.

Banyak perajin yang belum memahami proses administrasi dan pengurusan SVLK. Perajin menilai mekanisme cukup ribet dan menyulitkan. Sebab antara perajin dan pemasok kayu tidak pernah melakukan administrasi kayu yang benar.

Padahal tanpa dokumen ini, pasar mancanegara tidak bisa ditembus. “Biasa kayu yang masuk tanpa dokumen, makanya ini cukup ribet,’ tuturnya.

Dari sekitar 250 perajin, hanya ada tiga yang menerapkan persyaratan administrasi kayu. Itupun masih dilakukan dengan cara sederhana, terkait asal-usul kayu. Selama ini kayu-kayu yang menjadi bahan, di-support dari para distributor.

Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Ambar Tjahyono mengatakan, meskipun SVLK baru akan diterapkan pada 2014, pengusaha dan perajin kayu harus menerapkan sejak sekarang.

Tujuannya, ketika benar-benar diterapkan mereka tidak kaget dan sudah terbiasa. “Kalau mau ke pasar itu, memang harus melengkapi dengan SVLK,” jelasnya.

Asmindo, ujarnya, berharap pemerintah bisa mmeberikan pendampingan. Sebab untuk mengurus SVLK tidak mudah dan butuh biaya yang tidak murah. Pemerintah harus mengerti akan kebutuhan perajin dan pengusaha kayu.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved