2012, kendaraan bermotor di DIY bertambah 128 ribu

Rabu, 09 Januari 2013 - 14:01 WIB
2012, kendaraan bermotor...
2012, kendaraan bermotor di DIY bertambah 128 ribu
A A A
Sindonews.com - Pertumbuhan kendaraan bermotor di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cukup tinggi. Selama 2012, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIY mencatat ada pertambahan 127.926 kendaraan baru.

Dipastikan pertumbuhan kendaraan lebih dari angka tersebut, mengingat banyak kendaraan luar DIY di 'Kota Gudeg'.

Kepala Bidang (Kabid) Anggaran dan Pendapatan DPPKA DIY, Gamal Suwartono mengatakan, pertumbuhan kendaraan ini hanya bisa terdeteksi dari jumlah kendaraan baru. Artinya, hanya kendaraan yang melakukan pembayaran pajak atau mutasi menggunakan plat AB. Sementara untuk kendaraan plat luar daerah yang dimiliki masyarakat DIY tidak bisa terdata.

“Pasti pertumbuhan kendaraan bermotor ini lebih dari 127.926,” kata Gamal, Rabu (9/1/2013).

Menurut dia, masyarakat Yogyakarta cukup majemuk dan merupakan daerah pusat pendidikan. Banyak mahasiswa asal luar daerah membawa motor atau mobil untuk kuliah, yang tidak tercatat dalam pertumbuhan kendaraan.

Begitu pula pembelian kendaraan luar daerah yang tidak dibalik nama, juga tidak terdata. Belum lagi kendaraan bermotor yang tidak dibayar pajaknya.

Adapun, pertumbuhan kendaraan terbesar terjadi di wilayah Sleman dengan 49.782 unit, terdiri atas 42.364 motor dan 7.418 mobil. Disusul Bantul dengan 31.560 unit, terdiri atas 28.912 motor dan 2.648 mobil.

Sementara, Kota Yogyakarta sebanyak 22.273, terdiri atas 18.815 motor dan 3.458 mobil, Kabupaten Gunungkidul sebanyak 13.047, terdiri atas 12.593 motor dan 454 mobil. Selanjutnya, Kulonprogo sebanyak 11.264, terdiri atas 10.666 motor dan 598 mobil.

“Sebanyak 85 persen pertumbuhan disumbang dari motor. Tertinggi di Sleman,” ujarnya.

Sepanjang tahun lalu, DPPKA mencatat ada 1.270.787 unit kendaraan di DIY. Sementara pada 2011, jumlah kendaraan yang ada mencapai 1.210.358 unit. Pada 2012, dengan realisasi pajak kendaraan bermotor mencapai
Rp393,04 miliar.

“Meski tambahnya banyak, tetapi secara komulatif tidak seperti itu karena banyak yang tidak bayar pajak atau dijual,” tegas Gamal.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina SMEXPO Geliatkan...
Pertamina SMEXPO Geliatkan Ekonomi Rakyat di Yogyakarta
Dongkrak Ekonomi Warga...
Dongkrak Ekonomi Warga Jogja, Nara Kupu Gelar Lagi Pasar Sayur dan Pets Day Out
Tiga Jurus Sandiaga...
Tiga Jurus Sandiaga Tingkatkan Daya Saing Pelaku Parekraf
Wamenkop Sebut Yogyakarta...
Wamenkop Sebut Yogyakarta Bisa Jadi Role Model Daerah Bersistem Ekonomi Pancasila
Ekonomi Jatim Alami...
Ekonomi Jatim Alami Kontraksi, Pertumbuhannya Kalah Dari Banten dan Yogyakarta
Sukuk Ritel SR016 Bakal...
Sukuk Ritel SR016 Bakal Dirilis, Investasi Syariah yang Aman dan Dijamin Negara
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
11 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
24 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved