Menteri ESDM pastikan Chevron tak turunkan investasi
Kamis, 10 Januari 2013 - 19:33 WIB
Menteri ESDM pastikan Chevron tak turunkan investasi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik memastikan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) tidak akan mengurangi investasi di Indonesia.
Menurut Jero, Chevron pernah berniat menurunkan investasinya pasca pembubaran Badan Pelaksana Kegiatan Huku Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) pada 13 November 2012 karena khawatir pengelolaan industri hulu migas di Indonesia menjadi kacau.
"Kapan itu? Itu sudah usang. Bukan baru-baru ini. Itu memang disampaikan waktu BP Migas baru bubar. Tapi setelah semuanya ditangani dengan baik oleh pemerintah, kita handle semuanya aman," ungkap Jero dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/1/2013).
Sebaliknya, lanjut Jero, kini Chevron ingin meningkatkan investasinya di Indonesia. "Chevron justru akan tambah lagi investasi mereka tahun ini. Dulu memang mereka sempat menghadap saya. Waktu itu Chevron grogi," kata Jero menegaskan.
Dia mengklaim dirinya telah berhasil meningkatkan kepercayaan perusahaan-perusahaan yang menjadi Kontraktor Kontrak Kerja sama (KKKS) pasca dibentuknya SK Migas yang kepalai dirinya.
"Sejak saya ambil alih, para KKKS itu tenang. Mereka sudah buat pernyataan kok bahwa mereka nyaman. Seperti kontraktor dari Italiaakan tambah investasinya," ujar Jero.
Buktinya, kata Jero, kini investasi di sektor migas mencapai USD21 miliar pada tahun lalu. Sedangkan pada 2013, ditargetkan meningkat menjadi USD26 miliar.
"CPI akan menambah investasi mereka di Indonesia. Buktinya pada tahun lalu kita dapat investasi USD21 miliar dari para KKKs dan tahun ini kita targetkan akan bertambah jadi USD26 miliar. Itu menandakan kontraktor nyaman," kata Jero.
Sebelumnya, Chevron dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (10/1/2013) menyatakan tetap berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia dan terus mengembangkan energi guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, investasi CPI tahun ini meningkat hingga 37 persen dari 2012 lalu.
"Ini merupakan peningkatan investasi sebanyak 37 persen dibandingkan rencana kerja dan anggaran pada 2012," kata Vice President, Policy, Government and Public Affairs, Yanto Sianipar.
Menurut Jero, Chevron pernah berniat menurunkan investasinya pasca pembubaran Badan Pelaksana Kegiatan Huku Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) pada 13 November 2012 karena khawatir pengelolaan industri hulu migas di Indonesia menjadi kacau.
"Kapan itu? Itu sudah usang. Bukan baru-baru ini. Itu memang disampaikan waktu BP Migas baru bubar. Tapi setelah semuanya ditangani dengan baik oleh pemerintah, kita handle semuanya aman," ungkap Jero dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/1/2013).
Sebaliknya, lanjut Jero, kini Chevron ingin meningkatkan investasinya di Indonesia. "Chevron justru akan tambah lagi investasi mereka tahun ini. Dulu memang mereka sempat menghadap saya. Waktu itu Chevron grogi," kata Jero menegaskan.
Dia mengklaim dirinya telah berhasil meningkatkan kepercayaan perusahaan-perusahaan yang menjadi Kontraktor Kontrak Kerja sama (KKKS) pasca dibentuknya SK Migas yang kepalai dirinya.
"Sejak saya ambil alih, para KKKS itu tenang. Mereka sudah buat pernyataan kok bahwa mereka nyaman. Seperti kontraktor dari Italiaakan tambah investasinya," ujar Jero.
Buktinya, kata Jero, kini investasi di sektor migas mencapai USD21 miliar pada tahun lalu. Sedangkan pada 2013, ditargetkan meningkat menjadi USD26 miliar.
"CPI akan menambah investasi mereka di Indonesia. Buktinya pada tahun lalu kita dapat investasi USD21 miliar dari para KKKs dan tahun ini kita targetkan akan bertambah jadi USD26 miliar. Itu menandakan kontraktor nyaman," kata Jero.
Sebelumnya, Chevron dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (10/1/2013) menyatakan tetap berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia dan terus mengembangkan energi guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, investasi CPI tahun ini meningkat hingga 37 persen dari 2012 lalu.
"Ini merupakan peningkatan investasi sebanyak 37 persen dibandingkan rencana kerja dan anggaran pada 2012," kata Vice President, Policy, Government and Public Affairs, Yanto Sianipar.
(dmd)
Lihat Juga :