2013, SSIA targetkan pendapatan Rp4,3 T

Senin, 14 Januari 2013 - 11:30 WIB
2013, SSIA targetkan...
2013, SSIA targetkan pendapatan Rp4,3 T
A A A
Sindonews.com - Emiten yang bergerak di bidang properti, konstruksi dan perhotelan, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) tahun ini menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha konsolidasi sebesar 30 persen menjadi Rp4,3 triliun. Sementara laba bersih ditargetkan mencapai Rp850 miliar.

Pertumbuhan kinerja perseroan pada tahun ini ditopang menguatnya penjualan lahan di kawasan industri dan potensi tumbuhnya sektor jasa dan perhotelan. Sementara, sepanjang tahun lalu berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp700 miliar. Naiknya laba bersih seiring naiknya pendapatan perseroan pada tahun lalu sebesar Rp3,3 triliun.

Adapun, angka laba bersih perseroan naik 7,7 persen dibanding target awal sebesar Rp650 miliar. Namun, jika dibanding capaian laba bersih tahun sebelumnya, realisasi laba bersih tahun lalu naik hampir tiga kali lipat. Pada 2011, perseroan mencatat laba bersih konsolidasi senilai Rp252 miliar.

Dalam keterangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/1/2013) disebutkan bahwa naiknya laba bersih perseroan pada tahun lalu seiring naiknya pendapatan usaha pada periode yang sama. Pendapatan usaha perseroan pada tahun lalu diperkirakan sebesar Rp3,3 triliun, naik 14 persen dibanding 2011 senilai Rp2,9 triliun.

Sementara naiknya laba bersih perseroan ditopang dari naiknya laba bersih dari entitas anak usaha perseroan, yakni PT Suryacipta Swadaya (SCS). Pengembang kawasan industri Suryacipta City of Industry seluas 1.400 hektare (ha) di Karawang, Jawa Barat tersebut diperkirakan membukukan penjualan lahan industri seluas 123 ha dengan harga rata-rata USD94 per meter persegi atau mencapai Rp1,1 triliun.

Dibanding tahun sebelumnya, penjualan lahan industri tersebut meningkat sekitar 37,8 persen dari Rp798 miliar dengan harga rata-rata USD43 per meter persegi seluas 208 ha.

SCS bersama dengan anak usaha lainnya PT TCP Internusa, yang memiliki gedung perkantoran Graha Surya Internusa dan Glodok Plaza memproyeksikan bisa mengontribusi sekitar 36 persen terhadap pendapatan usaha konsolidasi perseroan pada tahun ini. Sedangkan kontribusi terhadap Ebitda sekitar 75 persen. Ebitda tahun lalu diproyeksikan senbesar Rp980 miliar.

Di samping itu, juga ditopang lab bersih dari entitas anak usaha di bidang konstruksi, yakni PT Nusa Raya Cipta (NRC), yang diproyeksi akan menyumbang sebesar 50 persen terhadap pendapatan usaha perseroan dan 12 persen terhadap Ebitda 2012. Adapun estimasi kontrak yang sudah diperoleh pada tahun lalu mencapai Rp2 triliun.

Dari perhotelan, anak usahanya PT Suryalaya Anindita International (SAI), yang merupakan pemilik Hotel Grna Melia jakarta dan melia Bali Villas & Spa Resort diproyeksikan bisa meraup pendapatan stabil dibanding tahun lalu. Bersama dengan anak usaha lainnya, PT Sitiagung Makmur (SAM) dan PT Ungasan Semesta Resort (USR) diproyeksikan menyumbang sekitar 14 persen dari pendapatan dan 13 persen dari Ebitda perseroan.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Genap 50 Tahun, Surya...
Genap 50 Tahun, Surya Semesta Internusa Pacu Diversifikasi Bisnis
Public Expose 2024,...
Public Expose 2024, PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) Tawarkan 25% Saham
Subang Smartpolitan...
Subang Smartpolitan Satu dari 13 Kota Baru di Rebana Metropolitan
Peduli Pendidikan, Surya...
Peduli Pendidikan, Surya Internusa Group Kembali Gelar Beasiswa SMK Suryacipta
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Penggagas Indonesia...
Penggagas Indonesia Terang Jalin Kerja Sama dengan Golf Sentul City
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
26 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved