2012, BI Yogyakarta kucurkan dana sosial Rp1,7 M

Rabu, 16 Januari 2013 - 13:28 WIB
2012, BI Yogyakarta...
2012, BI Yogyakarta kucurkan dana sosial Rp1,7 M
A A A
Sindonews.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Yogyakarta berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat dalam pengentasan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja mengucurkan dana Rp1,7 miliar melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) selama 2012.

Manager Pengembangan Setor Riil dan UMKM (PSRU) KPBI Yogyakarta, Nasrullah mengatakan, PSBI sudah rutin dilaksanakan setiap tahun untuk memberdayakan masyarakat dengan melihat potensi ekonomi yang bisa dikembangkan.

Diharapkan program ini bisa memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Sehingga nantinya akan memberikan andil bagi ketahanan ekonomi nasional maupun stabilitas ekonomi.

“Dengan pemberdayaan seperti ini kita harapkan bisa mengentaskan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja,” tutur Nasrullah di DIY, Rabu (16/1/2013).

Dana Rp1,7 milliar tersebut digulirkan di seluruh kabupaten/kota di DIY. Di Kabupaten Bantul, direalisasikan dengan pemberian bantuan kepada gapoktan untuk membantu sewa lahan bagi petani miskin. Selain itu juga ada bantuan sarana prasarana pertanian, gudang dan transportasi, serta bantuan ternak kambing. Bantuan juga diberikan untuk kelompok wanita tani dalam mengembangkan tanaman holtikultura.

Sementara di Kabupaten Sleman, telah dibangun kluster mina kepis air tawar. Di Kabupaten Kulonprogo untuk pengembangan gula semut, pasar lelang cabai, pertanian dan batik. Sedangkan di Gunungkidul sudah menjadi program regular lanjutan.

Bank Indonesia (BI), lanjutnya, juga memberikan bantuan modal awal (seed capital) kepada wirausaha muda mandiri, hasil seleksi BI. Bantuan yang digulirkan mencapai Rp300 juta. “Wirausaha muda mandiri ini, menjadi upaya BI menciptakan wirausaha muda yang tangguh,” jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved