Penuhi kebutuhan UMKM, Pemkot potong sapi sendiri
Jum'at, 18 Januari 2013 - 17:23 WIB
Penuhi kebutuhan UMKM, Pemkot potong sapi sendiri
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan pemotongan sapi sendiri di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) setempat untuk mencukupi kebutuhan daging sapi bagi para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), seperti pedagang bakso.
Kebijakan ini diambil terkait dengan masih mogoknya para pedagang daging sapi di pasar tradsional Yogyakarta, sejak kemarin hingga hari ini.
"Kami memotong dua ekor sapi tadi malam di RPH, terutama untuk mencukupi kebutuhan daging di eceran dan penjual bakso," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Yogyakarta Heru Priya Warjaka, Jumat (18/1/2013).
Menurut Heru, walau para pedagang daging sapi mogok, pihaknya tidak akan melakukan operasi pasar. Selain akan mencukupi kebutuhan daging sapi dengan memotong sapi sendiri, juga karena para pedagang daging sapi juga sudah akan berjualan kembali besok, karena RPH sendiri Jumat malam memotong 30 ekor sapi.
“Kebutuhan daging sapi di Yogyakarta 6 ton setiap harinya atau setara dengan 60 ekor sapi setiap malam,” katanya.
Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono mengatakan, segala hal yang menyentuh aspek ekonomi dan berdampak bisa menyengsarakan rakyat, pemerintah harus segera mengambil sebuah kebijakan. Dan kebijakan itu harus dapat menaikan perkonomian rakyat. Oleh karena itu, pemkot akan terus memantau kebijakan ini.
“Selain itu kami juga meminta agar Disperidagkoptan, Dinas Pasar dan SKPD terkait bersinergi dalam mengedalikan faktor ekonomi yang bisa menyengsarakan kehidupan masyarakat Yogyakarta,” harapnya.
Kebijakan ini diambil terkait dengan masih mogoknya para pedagang daging sapi di pasar tradsional Yogyakarta, sejak kemarin hingga hari ini.
"Kami memotong dua ekor sapi tadi malam di RPH, terutama untuk mencukupi kebutuhan daging di eceran dan penjual bakso," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Yogyakarta Heru Priya Warjaka, Jumat (18/1/2013).
Menurut Heru, walau para pedagang daging sapi mogok, pihaknya tidak akan melakukan operasi pasar. Selain akan mencukupi kebutuhan daging sapi dengan memotong sapi sendiri, juga karena para pedagang daging sapi juga sudah akan berjualan kembali besok, karena RPH sendiri Jumat malam memotong 30 ekor sapi.
“Kebutuhan daging sapi di Yogyakarta 6 ton setiap harinya atau setara dengan 60 ekor sapi setiap malam,” katanya.
Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono mengatakan, segala hal yang menyentuh aspek ekonomi dan berdampak bisa menyengsarakan rakyat, pemerintah harus segera mengambil sebuah kebijakan. Dan kebijakan itu harus dapat menaikan perkonomian rakyat. Oleh karena itu, pemkot akan terus memantau kebijakan ini.
“Selain itu kami juga meminta agar Disperidagkoptan, Dinas Pasar dan SKPD terkait bersinergi dalam mengedalikan faktor ekonomi yang bisa menyengsarakan kehidupan masyarakat Yogyakarta,” harapnya.
(gpr)
Lihat Juga :