Potensi obligasi korporasi dalam negeri masih tinggi

Senin, 21 Januari 2013 - 19:25 WIB
Potensi obligasi korporasi...
Potensi obligasi korporasi dalam negeri masih tinggi
A A A
Sindonews.com - Pasar obligasi dalam negeri masih mempunyai potensi sangat besar untuk dikembangkan, khususnya di segmen obligasi korporasi. Saat ini, penerbitan obligasi korporasi masih sebesar 20% di level Rp200 triliun, sedangkan obligasi pemerintah sudah mencapai Rp800 triliun.

Direktur Utama Bond Research Institute (BondRI) Tumpal Sihombing mengatakan, masih banyak perusahaan yang kurang mengerti dengan potensi obligasi sebagai pembiayaan alternatif. Dia memprediksi sektor industri yang masih akan menguasai pasar obligasi datang dari perbankan, dana pensiun, dan asuransi.

Dana pensiun membutuhkan obligasi untuk capital preservation dan volatile maturity untuk mengelola aset. Namun sektor lainnya juga dapat menggunakan obligasi, seperti sektor pertambangan dan sektor konsumsi.

Manajemen portofolio akan membuat perusahaan tidak bergantung pada kondisi pasar karena bisa melakukan adjustmen."Potensi untuk penggunaan obligasi akan sangat tinggi kedepannya," ujar Tumpal usai peresmian BondRI di Jakarta.

Dia mengatakan, persoalan kurangnya pengetahuan untuk obligasi hingga di level praktisi market treasury. Hal ini yang membuat pengembangan obligasi sangat lemah, seperti diversifikasi jenis obligasi yang terbatas. Saat ini jenis obligasi yang belum berkembang, yaitu jenis interest note swap dan structure note, yang sangat awam di pasar obligasi luar negeri.

Variasi obligasi ini juga penting untuk menarik investor masuk sebagai pendalaman pasar (depening market). Selain itu, dukungan yang dibutuhkan adalah pasar yang stabil dan dinamis."Obligasi juga turut membuat pendalaman pasar yang bertumpu pada investor dalam negeri," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IATA Terbitkan Obligasi...
IATA Terbitkan Obligasi dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan Tahap I Tahun Ini
Sekali Lagi! Menanti...
Sekali Lagi! Menanti Pecah Telur Penerbitan Obligasi Daerah
TBS Energi Utama Rampungkan...
TBS Energi Utama Rampungkan Penerbitan Obligasi Rp500 Miliar
Garuda Dapat Dana Segar...
Garuda Dapat Dana Segar dari Penerbitan Obligasi Rp8,5 Triliun
Penerbitan Obligasi...
Penerbitan Obligasi Korporasi Rp61,1 Triliun Didominasi untuk Bayar Utang
OJK Rilis Aturan Baru...
OJK Rilis Aturan Baru Penerbitan Obligasi dan Sukuk Buat Pemda
Berita Terkini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
8 menit yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
40 menit yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
1 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
2 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
2 jam yang lalu
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved