PT JMI belum tentukan lokasi pabrik

Jum'at, 25 Januari 2013 - 15:21 WIB
PT JMI belum tentukan...
PT JMI belum tentukan lokasi pabrik
A A A
Sindonews.com - Rapat Anggaran Belanja (RAB) PT Jogja Magasa Iron (JMI) bersama Pemkab dan Kementerian ESDM, beberapa hari lalu, belum menentukan lokasi pabrik pig iron. Padahal, izin konstruksi dari Kementerian ESDM berlaku tiga tahun.

Sekretaris Daerah Kulonprogo, Budi Wibowo mengatakan, PT JMI selaku pemegang kontrak karya eksplorasi pasir besi, hanya menyebut pembangunan pabrik pig iron dilakukan di wilayah kontrak karya.

“Ketika didesak, mereka hanya bilang di wilayah kontrak karya. Ditanya lokasi pastinya, ternyata mereka belum punya,” kata Budi, Jumat (25/1/2013).

Menurut dia, pola JMI merekrut lahan di atas kontrak karya menjadi persoalan ESDM. Sebab, jika pabrik dibangun di atas lahan tersebut, maka mineral yang ada di bawahnya tidak dapat dimanfaatan. “Ini jadi persoalan ESDM. Karena itu, kesepakatannya RAB harus direvisi dan selesai dalam dua minggu,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, sebelum mendirikan pabrik, ESDM menginginkan lahannya terlebih dahulu digali. Tapi, langkah ini bukan tanpa persoalan. Jika lahan digali, maka jumlah konsentrat akan menumpuk, apalagi luasan lahan mencapai 240 hektare. “Bisa dibayangkan, dampaknya kalau konsentrat dari 240 hektare lahan menumpuk,” tuturnya.

Solusinya, kata dia, sesuai pasal 10 ayat 4, kontrak karya dapat dilakukan dengan membangun pabrik di atas lahan hak milik yang tidak mengandung konsentrat pasir besi. Solusi lainnya, JMI menggunakan tanah milik untuk membangun pabrik pig iron, sementara pilot plant Karangwuni berjalan. Hasil dari Karangwuni langsung diproses di pabrik pig iron.

“Kemudian, sebagian tanah kontrak karya digali dulu. Kita tidak ingin konsentrat yang di Karangwuni tidak langsung diproses. Karena kalau ditumpuk itu akan mengganggu lingkungan. Aplagi, kita juga tidak setuju konsentrat dijual keluar,” jelas Budi menegaskan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Jasa Pertambangan...
Bisnis Jasa Pertambangan Butuh Penguatan Jaminan Berusaha
2.000 Lebih Delegasi...
2.000 Lebih Delegasi Sambut Industri Pertambangan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Liebherr Indonesia Dukung...
Liebherr Indonesia Dukung Operasional Tambang Lebih Efisien dan Berkelanjutan
Faisal Basri Ungkap...
Faisal Basri Ungkap Bisnis Tambang Rugikan Negara hingga Rp200 Triliun
IATA Makin Cemerlang,...
IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
Petrosea Raih Kontrak...
Petrosea Raih Kontrak Mining Services Agreement Senilai Rp2,7 Triliun
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved