Lima investor selesaikan joint study Shale Gas

Minggu, 27 Januari 2013 - 15:52 WIB
Lima investor selesaikan...
Lima investor selesaikan joint study Shale Gas
A A A
Sindonews.com - Hingga saat ini, pemerintah telah menerima 70 proposal pengembangan shale gas, lima diantaranya telah menyelesaikan studi bersama atau joint study.

Diketahui, potensi shale gas Indonesia diperkirakan mencapai 574 TCF, lebih besar jika dibandingkan gas metana batubara (CBM) yang mencapai 453,3 TCF dan gas konvensional sebesar 153 TCF.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas A. Edy Hermantoro mengatakan, PT Pertamina termasuk satu dari 5 investor yang telah menyelesaikan joint study dan segera akan menandatangani kontrak kerja sama (KKS). Selain BUMN tersebut, diharapkan perusahaan lainnya juga dapat segera menandatangani KKS.

"Dari 70 proposal yang diterima, 5 proposal telah selesai melakukan joint study, 4 proposal sedang melakukan joint study, 30 proposal sedang dalam proses, 21 proposal akan segera diproses dan 10 proposal ditolak karena aplikasinya kurang lengkap," terang Edy dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/1/2013).

Edy menuturkan, produksi shale gas ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Saat ini, industri mendominasi pemanfaatan gas domestik yaitu 42 persen. Kemudian kelistrikan sebesar 21 persen, trader 20 persen, own used 14 persen dan plant 3 persen. ”Ini merupakan pasar yang potensional untuk pengembangan gas non konvensional,” katanya.

Sebagai informasi, shale gas Indonesia banyak ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Papua. Pengembangan shale gas diatur dalam Permen ESDM No 05 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penetapan Dan Penawaran Wilayah Kerja Minyak Dan Gas Bumi Non Konvensional.

Untuk tahun 2013 ini, pemerintah juga akan segera menawarkan wilayah kerja (WK) shale hidrokarbon (shale gas) melalui tender reguler. Daftar sementara blok yang akan ditawarkan tersebut adalah Blok North Tarakan, Blok Berau, Blok Kutai I dan Blok Kutai II. Keempat WK tersebut berlokasi di Pulau Kalimantan. Sementara 2 WK lainnya berlokasi di Pulau Sumatera Selatan yaitu Blok Rama dan Blok Shinta.

Penawaran WK shale gas ini merupakan hasil kajian atau studi evaluasi dan interpretasi potensi shale gas di Sumatera dan Kalimantan yang dilakukan Ditjen Migas tahun 2011 dan 2012.

Shale gas adalah gas yang diperoleh dari serpihan batuan shale atau tempat terbentuknya gas bumi. Proses yang diperlukan untuk mengubah batuan shale menjadi gas membutuhkan waktu sekitar lima tahun.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
25 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
42 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Lima Penyakit yang Bisa...
Lima Penyakit yang Bisa Diatasi dengan Bawang Putih
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved