BI: Mata uang rupiah semakin tidak berharga
Senin, 28 Januari 2013 - 11:36 WIB
BI: Mata uang rupiah semakin tidak berharga
A
A
A
Sindonews.com - Nilai mata uang rupiah semakin tidak berharga dengan terus bertambahnya nominal 0 pada rupiah. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) pun berencana melakukan redenominasi dengan menyederhanakan jumlah nol.
"Kita harus belajar dari Zimbabwe, kalau kebanyakan angka nol mata uangnya tidak berharga," kata Juru Bicara BI, Difi A Johansyah dalam diskusi Hot Topics di Sindo Radio, Senin (28/1/2013)
Dia mengungkapkan, lima tahun lalu BI pernah diminta mencetak uang dengan pecahaan besar mencapai Rp1 juta per lembar. Hal ini menyusul semakin naiknya transaksi kebutuhan rupiah. Namun, BI enggan menerbitkan mata uang tersebut.
"Kita pikir kenapa harus adjust ke atas, bukan ke bawah," tukas Difi.
BI memilih menyederhanakan nilai tukar dengan menghilangkan beberapa 0 ketimbang menambah pecahan baru. Karena jika dibiarkan tumbuhnya ekonomi nasional membuat Indonesia membutuhkan pecahan nilai rupiah yang lebih besar.
"Kalau dibiarkan setiap 20 tahun ada kecenderungan menambah satu angka nol pada mata uang kita," tandas Difi.
"Kita harus belajar dari Zimbabwe, kalau kebanyakan angka nol mata uangnya tidak berharga," kata Juru Bicara BI, Difi A Johansyah dalam diskusi Hot Topics di Sindo Radio, Senin (28/1/2013)
Dia mengungkapkan, lima tahun lalu BI pernah diminta mencetak uang dengan pecahaan besar mencapai Rp1 juta per lembar. Hal ini menyusul semakin naiknya transaksi kebutuhan rupiah. Namun, BI enggan menerbitkan mata uang tersebut.
"Kita pikir kenapa harus adjust ke atas, bukan ke bawah," tukas Difi.
BI memilih menyederhanakan nilai tukar dengan menghilangkan beberapa 0 ketimbang menambah pecahan baru. Karena jika dibiarkan tumbuhnya ekonomi nasional membuat Indonesia membutuhkan pecahan nilai rupiah yang lebih besar.
"Kalau dibiarkan setiap 20 tahun ada kecenderungan menambah satu angka nol pada mata uang kita," tandas Difi.
(dmd)
Lihat Juga :