Impor 2.500 kapal logistik, Kadin siapkan Rp15 triliun
Senin, 28 Januari 2013 - 13:35 WIB
Impor 2.500 kapal logistik, Kadin siapkan Rp15 triliun
A
A
A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengaku sedang menyiapkan dana investasi sebesar Rp15 triliun untuk membeli 2500 kapal dalam rangka menekan tingginya biaya logistik di dalam negeri.
"Kadin akan melakukan impor kapal selama lima tahun. Investasinya, Rp15 triliun untuk membeli 2500 unit selama lima tahun," tutur Wakil Ketua Kadin bidang Logistik, Natsir Mansyur, usai menghadiri Rapat Kerja Pemerintah di JCC, Jakarta, Senin (28/1/2013).
Pada 2013, lanjut Natsir, Kadin akan mulai mengimpor 500 unit kapal dari China melalui PT Zadasa. "Satu tahun 500 unit. Kapalnya dari China, kita sudah tanda tangani. PT Zadasa nama pengusaha yang akan diimpor," ujarnya.
Kapal logistik asal China tersebut dibeli seharga USD2 juta per unit. Kapal-kapal tersebut tidak dipesan dari dalam negeri, karena mengejar tenggat waktu pengadaan kapal.
"Satu unit USD2 juta. Saya sudah tanda tangani kontrak. Kita tidak bisa andalkan produsen dalam negeri. Ini shortcut. Kalo nunggu, satu unit bisa setahun," kata Natsir.
Sayang, rencana pembelian 2500 kapal logistik tersebut masih terganjal masalah pendanaan, karena belum ada bank yang mau mengucurkan pinjaman dana. "Duitnya dari perbankan. Belum ada bank yang komit. Bank BUMN juga," kata dia.
"Kadin akan melakukan impor kapal selama lima tahun. Investasinya, Rp15 triliun untuk membeli 2500 unit selama lima tahun," tutur Wakil Ketua Kadin bidang Logistik, Natsir Mansyur, usai menghadiri Rapat Kerja Pemerintah di JCC, Jakarta, Senin (28/1/2013).
Pada 2013, lanjut Natsir, Kadin akan mulai mengimpor 500 unit kapal dari China melalui PT Zadasa. "Satu tahun 500 unit. Kapalnya dari China, kita sudah tanda tangani. PT Zadasa nama pengusaha yang akan diimpor," ujarnya.
Kapal logistik asal China tersebut dibeli seharga USD2 juta per unit. Kapal-kapal tersebut tidak dipesan dari dalam negeri, karena mengejar tenggat waktu pengadaan kapal.
"Satu unit USD2 juta. Saya sudah tanda tangani kontrak. Kita tidak bisa andalkan produsen dalam negeri. Ini shortcut. Kalo nunggu, satu unit bisa setahun," kata Natsir.
Sayang, rencana pembelian 2500 kapal logistik tersebut masih terganjal masalah pendanaan, karena belum ada bank yang mau mengucurkan pinjaman dana. "Duitnya dari perbankan. Belum ada bank yang komit. Bank BUMN juga," kata dia.
(izz)
Lihat Juga :