2012, laba bersih Bhakti Investama melonjak 178%

Selasa, 29 Januari 2013 - 19:53 WIB
2012, laba bersih Bhakti...
2012, laba bersih Bhakti Investama melonjak 178%
A A A
Sindonews.com - PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) hari ini mengumumkan laba bersih sebelum audit (unaudited) untuk tahun buku 2012 (FY2012) sebesar Rp679 miliar, melonjak tajam 178 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (FY2011) sebesar Rp244 miliar.

“Pencapaian kinerja perseroan yang luar biasa di tahun 2012 tidak terlepas dari efektivitas strategi yang diterapkan dan kerja keras dari seluruh karyawan perseroan. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan atas komitmen dan kerja kerasnya,” ujar Group President & CEO BHIT, Hary Tanoesoedibjo (HT) dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/1/2013).

Pencapaian ini terutama didorong oleh peningkatan kinerja dari keseluruhan unit bisnis yang tercermin dalam pertumbuhan total pendapatan konsolidasi yang naik 25 persen menjadi Rp9,6 triliun dari Rp7,7 triliun (FY2011).

Pencapaian EBITDA FY2012 juga tercatat sangat memuaskan yakni sebesar Rp3,6 triliun atau meningkat 35% dibandingkan dengan FY2011 yang sebesar Rp2,7 triliun.

Ditopang dengan kenaikan laba bersih yang sangat baik, Laba per Saham (Earning per Share) pun melonjak tajam sebesar 125 persen menjadi Rp19 per lembar saham.

Pencapaian luar biasa ini belum mencakup capital gain sebesar Rp723,8 miliar dari kepemilikan langsung Perseroan atas saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), yang sesuai prinsip akuntansi tidak dibukukan sebagai komponen laporan rugi laba namun langsung meningkatkan ekuitas Perseroan. Hasilnya tercermin dari peningkatan nilai buku per saham Perseroan dari Rp194,1 (FY2011) menjadi Rp271,6 (FY2012).

Berkat kinerja dari anak perusahaan di bisnis media sepanjang tahun 2012, kontribusi pendapatan anak perusahaan dari bisnis media berbasis konten dan periklanan terus tumbuh dan meningkat sebesar 17 persen ke Rp6,2 triliun (vs. Rp5,3 triliun di FY2011) dan tetap mampu mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar untuk bisnis media di Asia Tenggara.

Kontribusi pendapatan yang memuaskan juga dibukukan oleh anak perusahaan yang terdaftar di bursa pada tahun 2012, yakni MSKY, dimana total pelanggan aktif meningkat dari 1,16 juta pelanggan di awal tahun 2012 menjadi 1,72 juta pelanggan per akhir 2012.

Hasilnya, bisnis media berbasis pelanggan membukukan pertumbuhan yang sangat baik yakni sebesar 37 persen menjadi Rp2,4 triliun (vs. Rp1,7 triliun di FY2011). Kombinasi pendapatan dari kedua bisnis media tersebut mewakili 89 persen dari total pendapatan perseroan.

Investasi strategis di bisnis jasa keuangan juga mengikuti kesuksesan bisnis media dengan mencatatkan pertambahan total pendapatan di FY2012 menjadi Rp667 miliar atau naik 95 persen dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama (Rp341 miliar). Bisnis jasa keuangan telah sukses melakukan ekspansi baik mencakup jumlah pelanggan serta jaringan.

Pendapatan dari premi bersih dan jasa manajer investasi masing-masing naik 236 persen dan 162 persen. Sementara itu pendapatan manajemen investasi juga secara konsisten menguat ke Rp209 miliar atau naik 147 persen, yang diikuti dengan kenaikan pendapatan dari pembiayaan konsumen dari sebelumnya Rp155 miliar (FY2011) menjadi Rp206 miliar (FY2012).
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MNC Investama Tunjuk...
MNC Investama Tunjuk Santi Paramita jadi Direktur, Ini Profilnya
Tumbuh 60%, MNC Asia...
Tumbuh 60%, MNC Asia Holding (BHIT) Cetak Laba Bersih Rp2,45 Triliun di 2021
MNC Investama Raih Pendapatan...
MNC Investama Raih Pendapatan Rp14,8 Triliun pada 2020
BHIT Kantongi 44,09%...
BHIT Kantongi 44,09% Saham IATA, Bidik Pendapatan Rp4,20 Triliun
Hingga Juni 2024, BHIT...
Hingga Juni 2024, BHIT Catatkan Laba Bersih Rp956,8 Miliar
BHIT Gelar Right Issue...
BHIT Gelar Right Issue Bulan Depan, Konversi Obligasi jadi Saham
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
14 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
43 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Covid-19 Varian Baru...
Covid-19 Varian Baru Eris Bikin Kasus Melonjak di Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved