SKK Migas dinilai tak lagi pro asing
Rabu, 30 Januari 2013 - 15:28 WIB
SKK Migas dinilai tak lagi pro asing
A
A
A
Sindonews.com - Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) menilai tidak diperpanjangnya jabatan Presiden Exxon Mobil oleh Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (Skk Migas) adalah cermin pemerintah telah mengutamakan kepentingan nasional.
"Seperti keputusan yang berkaitan dengan menolak perpanjangan masa jabatan Presiden Exxon Mobil Indonesia Richard Owen, pemerintah sudah tepat," kata Direktur Puskepi Sofyano Zakaria dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (30/1/2013).
Menurut Sofyano, SKK Migas memiliki kewenangan penuh untuk menyetujui atau tidaknya jabatan pemimpin Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Disamping itu, SKK Migas mempunyai hak penuh untuk mengendalikan para KKS.
"Dari awal pasti sudah ada kontraknya, sehingga harus wajib menghormati segala keputusan," jelasnya.
Dia berharap, hadirnya SKK Migas yang dipimpin oleh Rudi Rubiandini harus mengutamakan kepentingan nasional. "Pak Rudi harus tegas dan berani membuat keputusan-keputusan yang kiranya terbaik untuk negara, tanpa campur tangan pihak asing," imbuh Sofyano.
"Seperti keputusan yang berkaitan dengan menolak perpanjangan masa jabatan Presiden Exxon Mobil Indonesia Richard Owen, pemerintah sudah tepat," kata Direktur Puskepi Sofyano Zakaria dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (30/1/2013).
Menurut Sofyano, SKK Migas memiliki kewenangan penuh untuk menyetujui atau tidaknya jabatan pemimpin Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Disamping itu, SKK Migas mempunyai hak penuh untuk mengendalikan para KKS.
"Dari awal pasti sudah ada kontraknya, sehingga harus wajib menghormati segala keputusan," jelasnya.
Dia berharap, hadirnya SKK Migas yang dipimpin oleh Rudi Rubiandini harus mengutamakan kepentingan nasional. "Pak Rudi harus tegas dan berani membuat keputusan-keputusan yang kiranya terbaik untuk negara, tanpa campur tangan pihak asing," imbuh Sofyano.
(rna)
Lihat Juga :