APEI : Online trading harus diawasi

Senin, 04 Februari 2013 - 16:29 WIB
APEI : Online trading...
APEI : Online trading harus diawasi
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menyampaikan perlu pengawasan transaksi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pelaksanaan online trading yang belakangan marak dikembangangkan para anggota bursa (AB).

Hal itu menjadi penting karena online trading tersebut dipandang berpotensi meningkatkan aktivitas rekayasa transaksi yang terjadi di BEI.

"Online trading itu memang penting, makanya perusahaan efek harus bekerja keras," terang Ketua APEI, Lily Widjaja di Gedung BEI, Jakarta, Senin (4/2/2013).

Sejak ada online trading, lanjut Lily, berbagai kemudahan terjadi. Misalnya, memungkinkan nasabah bisa langsung mengeksekusi transaksi dengan hanya melewati sistem perusahaan efek.

Proses tersebut dapat muncul rekayasa-rekayasa transaksi, seperti transaksi semu, marking the close, mencipatakan pasokan dan permintaan palsu, front running dan transaksi dengan nilai dan volume yang tak biasa.

"Dengan rekayasa transaksi itu, nanti perusahaan efek yang kena karena otoritas Bursa kan tidak bisa langsung menyentuh nasabah," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
26 Perusahaan Antre...
26 Perusahaan Antre IPO di Bursa Efek Indonesia
6 Perusahaan Masuk Bursa...
6 Perusahaan Masuk Bursa Pekan Ini, Ada SMIL hingga JATI
5 Perusahaan Antre IPO...
5 Perusahaan Antre IPO Tahun Ini, Cek Daftarnya
7 Perusahaan Antre IPO,...
7 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Beraset Jumbo
33 Perusahaan Dapat...
33 Perusahaan Dapat Nilai 'E' dari Bursa Efek Indonesia
Perusahaan Pembiayaan...
Perusahaan Pembiayaan Buka Keran Rp200 Triliun untuk Restrukturisasi Kredit
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
47 menit yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
2 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
3 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
4 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
6 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
8 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved