Pemerintah usulkan pulp sebagai produk hijau

Senin, 04 Februari 2013 - 19:31 WIB
Pemerintah usulkan pulp...
Pemerintah usulkan pulp sebagai produk hijau
A A A
Sindonews.com - Pemerintah akan mendorong produk pulp dan kertas Indonesia masuk dalam kategori produk hijau (enviromental good list) sejalan dengan penerapan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) pada industri kayu dan hasil hutan.

Apabila usulan tersebut disetujui, Indonesia akan diuntungkan karena eksportir hanya mendapat tarif bea masuk maksimal 5 persen di negara anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC).

“Pemerintah akan mengajukan prosuk pulp dan kertas yang berbasis Hutan Tanaman Industri untuk masuk dalam kategori produk hijau,” ujar Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/2/2013).

Usulan tersebut akan disampaikan Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Bali Oktober tahun ini. Menurut dia, dengan penerapan SVLK, tidak ada alasan bagi negara lain untuk menolak usulan Indonesia agar produk kertas dan pulp masuk dalam kategori produk hijau.

“Dengan penerapan SVLK, kayu yang digunakan bisa ditelusuri asal usulnya. Kayu yang digunakan dalam kegiatan produksi adalah kayu legal,” kata Bayu.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Pulp dan Kertas...
Industri Pulp dan Kertas Dikembangkan dengan Prinsip Green Consumerism
Pelaku Industri Pulp...
Pelaku Industri Pulp dan Kertas Siap Hadapi Ketidakpastian Global
Solusi Digital Pacu...
Solusi Digital Pacu Kinerja Industri Pulp dan Kertas Lebih Optimal
Dukung Program Kampus...
Dukung Program Kampus Merdeka, Mahasiswa Magang di Industri Pulp dan Kertas
Dukung Pertumbuhan Ekonomi,...
Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Kontribusi Ekspor Industri Pulp dan Kertas Capai USD8,28 Miliar
APKI Tunjuk Suhendra...
APKI Tunjuk Suhendra Wiriadinata Pimpin Asosiasi hingga Akhir 2026
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
26 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved