Perusahaan Rusia akuisisi BUMN Venezuela USD1,1 M
Kamis, 14 Februari 2013 - 11:16 WIB
Perusahaan Rusia akuisisi BUMN Venezuela USD1,1 M
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan minyak terkemuka Rusia, Rosneft akan mengakusisi perusahaan BUMN Venezuela sebesar USD1,1 miliar untuk ambil bagian dalam usaha ekstraksi di wilayah tenggara yang kaya dengan minyak mentah.
Menteri Energi Venezuela, Rafael Ramirez mengatakan, kesepakatan kerja sama (MoU) ditandatangani Igor Sechin, presiden Rosneft dan pejabat BUMN Petroleos de Venezuela, SA (PDVSA).
"Perusahaan Rusia akan melakukan pembayaran obligasi terhadap pemerintah dalam jumlah USD1,1 miliar untuk partisipasinya," kata Ramirez dalam konferensi pers, seperti dilansir Reuters, Kamis (14/2/2013).
Dia menjelaskan, proyek ini bertujuan untuk mengembangkan ladang minyak di wilayah Orinoco, area luas yang memiliki cadangan minyak mentah potensial dengan total produksi sekitar 22 miliar barel.
Sebagian dari biaya ekstraksi minyak akan jatuh ke Rosneft, sebesar 40 persen, sebagai imbalan investasi dengan nilai estimasi minyak terekstraksi lebih dari USD14 miliar dolar.
Rosneft adalah salah satu perusahaan Rusia yang aktif di beberapa proyek pemboran Venezuela. Mereka turut membantu mengembangkan industri ekstraksi minyak di negara tersebut. Venezuela sendiri saat ini adalah eksportir minyak terbesar di Amerika Selatan.
Sebagai salah satu negara yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, Caracas mengklaim telah memproduksi sekitar tiga juta barel minyak per hari. Namun, OPEC hanya menempatkan produksi Venezuela di angka mendekati 2,3 juta barel.
Menteri Energi Venezuela, Rafael Ramirez mengatakan, kesepakatan kerja sama (MoU) ditandatangani Igor Sechin, presiden Rosneft dan pejabat BUMN Petroleos de Venezuela, SA (PDVSA).
"Perusahaan Rusia akan melakukan pembayaran obligasi terhadap pemerintah dalam jumlah USD1,1 miliar untuk partisipasinya," kata Ramirez dalam konferensi pers, seperti dilansir Reuters, Kamis (14/2/2013).
Dia menjelaskan, proyek ini bertujuan untuk mengembangkan ladang minyak di wilayah Orinoco, area luas yang memiliki cadangan minyak mentah potensial dengan total produksi sekitar 22 miliar barel.
Sebagian dari biaya ekstraksi minyak akan jatuh ke Rosneft, sebesar 40 persen, sebagai imbalan investasi dengan nilai estimasi minyak terekstraksi lebih dari USD14 miliar dolar.
Rosneft adalah salah satu perusahaan Rusia yang aktif di beberapa proyek pemboran Venezuela. Mereka turut membantu mengembangkan industri ekstraksi minyak di negara tersebut. Venezuela sendiri saat ini adalah eksportir minyak terbesar di Amerika Selatan.
Sebagai salah satu negara yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, Caracas mengklaim telah memproduksi sekitar tiga juta barel minyak per hari. Namun, OPEC hanya menempatkan produksi Venezuela di angka mendekati 2,3 juta barel.
(dmd)
Lihat Juga :