Soal Blok Mahakam, ESDM masih pikir-pikir
Jum'at, 15 Februari 2013 - 17:58 WIB
Soal Blok Mahakam, ESDM masih pikir-pikir
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku, saat ini masih melakukan kajian mendalam dan komprehensif dengan melibatkan berbagai unsur terkait terhadap pengelolaan Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas (migas) Mahakam di Kalimantan Timur.
Hingga kini, masih belum ada keputusan final mengenai pengelolaan WK Mahakam yang akan berakhir masa kontraknya pada 2017. Saat ini, WK Mahakam ditangani oleh perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas Total E&P Indonesie dengan produksi minyak bumi sebesar 65.204 barel/hari dan gas bumi sebesar 1.708,59 MMSCFD.
Evaluasi dan kajian terus dilakukan terhadap cadangan dan potensi yang masih bisa diproduksikan pada WK Mahakam sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Kajian maupun evaluasi teknis dan ekonomis masih dilakukan dengan mendasarkan pada pertimbangan tetap menguntungkan negara, pemenuhan dalam negeri dan mempertahankan atau meningkatkan produksi," terang Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian ESDM, Susyanto dalam keterangan tertulis kepada Sindonews, Jumat (15/2/2013).
Penerimaan dari sub sektor migas saat ini masih menjadi tulang punggung penerimaan negara. Pada 2012, penerimaan negara dari sub sektor migas sebesar USD34,62 miliar. Sedang untuk 2013 ditargetkan sebanyak USD31,7 miliar, sebagaimana tercantum dalam APBN 2013.
"Untuk mencapai target penerimaan negara dalam APBN 2013, serta pertimbangan kepentingan nasional lainnya, membuat pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan pengelolaan WK Mahakam. Keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas Kementerian, bukan hanya Kementerian ESDM, mengingat, penetapan target penerimaan negara adalah amanat UU APBN," tandas Susyanto.
Hingga kini, masih belum ada keputusan final mengenai pengelolaan WK Mahakam yang akan berakhir masa kontraknya pada 2017. Saat ini, WK Mahakam ditangani oleh perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas Total E&P Indonesie dengan produksi minyak bumi sebesar 65.204 barel/hari dan gas bumi sebesar 1.708,59 MMSCFD.
Evaluasi dan kajian terus dilakukan terhadap cadangan dan potensi yang masih bisa diproduksikan pada WK Mahakam sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Kajian maupun evaluasi teknis dan ekonomis masih dilakukan dengan mendasarkan pada pertimbangan tetap menguntungkan negara, pemenuhan dalam negeri dan mempertahankan atau meningkatkan produksi," terang Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian ESDM, Susyanto dalam keterangan tertulis kepada Sindonews, Jumat (15/2/2013).
Penerimaan dari sub sektor migas saat ini masih menjadi tulang punggung penerimaan negara. Pada 2012, penerimaan negara dari sub sektor migas sebesar USD34,62 miliar. Sedang untuk 2013 ditargetkan sebanyak USD31,7 miliar, sebagaimana tercantum dalam APBN 2013.
"Untuk mencapai target penerimaan negara dalam APBN 2013, serta pertimbangan kepentingan nasional lainnya, membuat pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan pengelolaan WK Mahakam. Keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas Kementerian, bukan hanya Kementerian ESDM, mengingat, penetapan target penerimaan negara adalah amanat UU APBN," tandas Susyanto.
(izz)
Lihat Juga :