Kemenhub diminta jembatani masalah pilot eks Batavia

Sabtu, 16 Februari 2013 - 17:18 WIB
Kemenhub diminta jembatani...
Kemenhub diminta jembatani masalah pilot eks Batavia
A A A
Sindonews.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan diminta untuk menjembatani dalam menyelesaikan masalah lisensi pilot eks PT Metro Batavia (Batavia Air) yang hingga kini belum jelas.

Hal itu dikatakan Presiden Federasi Pilot Indonesia (FPI), Hasfrinsyah usai penandatangan kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan dengan Federasi Pilot Indonesia, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Perhubungan, Sabtu (16/2/2013).

Menurutnya, lisensi sangat dibutuhkan, agar para pilot eks Batavia Air dapat mendapatkan pekerjaan baru di maskapai lain. Hingga kini, nasib pilot dan pramugari Batavia Air masih terkatung-katung.

Kejadian itu lantaran manajemen eks Batavia Air dan kuartor yang ditunjuk Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saling lempar tanggung jawab mengenai ijazah dan lisensi para pilot.

"Setelah Batavia Air dinyatakan pailit, nasib sekitar 200 pilotnya terkatung-katung," ujarnya.

Hasfrinsyah mengungkapkan, sebenarnya ada beberapa maskapai yang mengajak pilot eks Batavia untuk bergabung, yakni Citilink dan Indonesia Air Asia. Namun, karena tidak ingin disalahkan dikemudian hari, maskapai yang ingin merekrut pilot eks Batavia ini minta surat jaminan bahwa antara para pilot dan Batavia Air tidak ada lagi perjanjian yang saling mengikat satu sama lain.

Di samping itu, juga harus menyertakan lisensi pilot dan ijazah pendidikan terakhir. Namun, yang jadi persoalan, saat para pilot menanyakan ijazah, pihak Batavia Air tidak bersedia menyerahkan dengan alasan, semuanya sudah diambil alih oleh kurator.

Sementara, kurator menyatakan bahwa yang ditangani dan diambil alih kurator dari Batavia Air, hanya aset perusahaan saja. "Jadi para pilot ini seperti di ping pong. Tidak jelas penyelesaiannya. Padahal, ijazah dan lisensi pilot itu milik pribadi dan bukan masuk sebagai aset perusahaan dalam hal ini Batavia," jelas Hasfrinsyah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penampakan Harta Karun...
Penampakan Harta Karun Artefak Saluran Air Batavia di Proyek MRT Bundaran HI-Kota
Ingin Tahu Isi Rumah...
Ingin Tahu Isi Rumah Si Pitung? Ini Harga Tiket dan Cara Mengunjunginya
Batavia Sekuritas Tinggalkan...
Batavia Sekuritas Tinggalkan Gelanggang Bursa Saham
Kisah Haji Rais, Bandit...
Kisah Haji Rais, Bandit Licin Berbahaya yang Merampok Permata di Sekitar Crazy Rich Belanda
Kisah Untung Suropati,...
Kisah Untung Suropati, Mata-Mata Belanda yang Tewas dalam Dekapan Anaknya
Misteri Tanah Abang...
Misteri Tanah Abang Tempo Dulu, Wanita Cantik Jadi-jadian Penunggu Kuburan Karet
Berita Terkini
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
15 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
27 menit yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved