BI: Masyarakat lebih suka pegang uang tunai

Senin, 18 Februari 2013 - 20:08 WIB
BI: Masyarakat lebih...
BI: Masyarakat lebih suka pegang uang tunai
A A A
Sindonews.com - Memegang uang tunai dalam jumlah banyak, telah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Kalangan perbankan sulit mengubah budaya yang sudah mengakar ini. Padahal, banyak akses perbankan untuk penyimpanan dan akses pengambilan uang tunai yang lebih aman.

“Pegang uang tunai ini sudah jadi budaya. Bahkan uang ada yang dikrikiti tikus karena lama disimpan,” jelas Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Causa Iman Karana di Yogyakarta, Senin (28/2/2013).

Menurutnya, budaya ini hampir terjadi di seluruh daerah di Indonesia. Banyak yang melakukan transaksi jual beli harus dengan uang tunai. Mereka tidak mau jika hanya menggunakan rekening dan model transfer di bank meski cara itu lebih aman.

“Pernah ada, saat terjadi jual beli lahan semuanya minta tunai, bank tidak bisa berbuat banyak,” jelasnya.

Bank Indonesia, kata Iman, sebenarnya terus menggalakkan program less cash safety. Namun upaya mensosialisasikan menggunakan bank ini tidak bisa maksimal.

Ada alternatif lain, lanjut Iman, yakni menggunakan model kartu kredit atau kartu debet. Namun masyarakat tetap enggan dan memandang prosesnya lebih ribet.

Di Singapura, jelas Iman, proses pembayaran dan transaksi yang ada sudah meninggalkan uang tunai. Sebagai gantinya menggunakan e-money, mulai dari transportasi, maupun transaksi belanja yang lain. “Infrastruktur masih menjadi kendala, dan ini butuh waktu,” jelasnya.

Iman juga memastikan, bahwa penggunaan pulsa untuk transaksi adalah legal. Hal itu sesuai dengan Keputusan Bank Indonesia No : 11/12/PBI/2009 tentang E-Money, asalkan mengajukan ijin kepada Bank Indonesia. Dimana e-money bisa menggunakan model chip base maupun server base. “Untuk daerah sulit memantau perkembangan, karena e-money laporannya di pusat,” pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hore! UMKM Kecipratan...
Hore! UMKM Kecipratan Jatah Pasok Barang dan Jasa ke Pemerintah
Kepala LKPP: Baru 64...
Kepala LKPP: Baru 64 dari 546 Pemda yang Punya Unit Kerja Pengadaan Proaktif
Soal Pengadaan, Ganjar...
Soal Pengadaan, Ganjar Minta Pemda di Jateng Negosiasi dengan Penyedia Barang dan Jasa
Era Baru Pengadaan Barang...
Era Baru Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dengan Katalog Elektronik V6
Abdul Hayat Harap MCP...
Abdul Hayat Harap MCP KPK Bisa Cegah Tindak Pidana Korupsi
Saatnya Pengadaan Barang...
Saatnya Pengadaan Barang dan Jasa Tak Melulu Memikirkan Cuan
Berita Terkini
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
43 menit yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
51 menit yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
1 jam yang lalu
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
2 jam yang lalu
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
2 jam yang lalu
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
3 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved